Memahami Deep Learning untuk Respon Siswa yang Lebih Aktif

Caturisa Rahmadani, S.Pd., seorang guru di SDN 2 Dompyongan, baru-baru ini mengikuti pelatihan mengenai konsep pembelajaran mendalam (deep learning). Meskipun konsep ini belum diterapkannya di kelas, pengalaman mengikuti pelatihan membuka wawasan baru bagi Caturisa tentang bagaimana meningkatkan keterlibatan dan respon siswa dalam proses belajar.

Pelatihan ini memberikan pemahaman bahwa deep learning bukan sekadar metode mengajar, tetapi sebuah pendekatan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, memahami materi secara mendalam, dan mampu mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya. Bagi Caturisa, konsep ini menjadi penting karena membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif dan relevan bagi setiap siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih aktif dan bermakna.

Salah satu tantangan yang dihadapi Caturisa adalah memahami bagaimana menerapkan prinsip deep learning agar sesuai dengan karakteristik siswa. Respon siswa menjadi salah satu indikator keberhasilan metode ini, dan guru perlu menyesuaikan strategi pengajaran agar setiap anak merasa dilibatkan dan termotivasi. Meskipun belum menerapkannya di kelas, Caturisa merasa pelatihan ini memberi fondasi kuat untuk mulai merencanakan pendekatan yang dapat meningkatkan interaksi siswa dan kualitas pembelajaran.

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya kreativitas guru dalam menyusun kegiatan belajar. Caturisa belajar bahwa guru harus mampu merancang aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga aktif mengekspresikan ide, berdiskusi, dan memecahkan masalah. Dengan pendekatan ini, respon siswa dapat meningkat secara signifikan, karena mereka merasa terlibat secara langsung dalam proses belajar.

Selain itu, Caturisa menyadari bahwa deep learning membutuhkan pengamatan yang cermat terhadap kebutuhan siswa. Guru perlu memahami perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar masing-masing anak agar strategi pengajaran yang diterapkan dapat mencapai hasil optimal. Pelatihan ini membantu Caturisa melihat bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar teori, tetapi praktik yang memerlukan perencanaan matang, refleksi, dan adaptasi berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pengalaman Caturisa Rahmadani dalam pelatihan ini memberikan dampak positif bagi profesionalismenya sebagai guru. Ia merasa lebih siap untuk memahami konsep deep learning, meningkatkan respon siswa, dan merancang pengalaman belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan bermakna. Walaupun penerapan di kelas belum dilakukan, Caturisa kini memiliki wawasan dan strategi yang dapat membantunya menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi setiap peserta didik di SDN 2 Dompyongan.

Pelatihan ini menegaskan bahwa guru yang memahami konsep deep learning dapat menghadirkan kelas yang lebih hidup, memotivasi siswa, dan membangun pengalaman belajar yang mendalam dan transformatif. Caturisa kini lebih percaya diri untuk memulai perjalanan menerapkan metode ini, sehingga setiap siswa dapat belajar dengan antusias, kritis, dan penuh makna.

Previous Article

Meningkatkan Perhatian Siswa melalui Pembelajaran Inovatif

Next Article

Membimbing Siswa Memahami Materi secara Mendalam

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨