Abd. Aziz S.Ag, seorang guru di SDN Sergang 2 Batuputih Sumenep, baru-baru ini mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Bagi Abd. Aziz, pengalaman ini menjadi momen penting untuk memperkaya strategi mengajar, memaksimalkan potensi siswa, dan menghadirkan suasana kelas yang lebih dinamis dan efektif.
Pelatihan ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang menarik dan interaktif, salah satunya melalui penggunaan metode JBL (Just Be Learning). Metode ini membantu guru menarik perhatian siswa dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mendorong mereka untuk berpikir kritis dan aktif berpartisipasi dalam kelas. Abd. Aziz menyadari bahwa perhatian siswa merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran, karena siswa yang fokus dan terlibat cenderung lebih cepat memahami materi dan lebih termotivasi untuk belajar.
Selama pelatihan, Abd. Aziz mengamati berbagai teknik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan konsentrasi dan antusiasme siswa. Metode yang diajarkan termasuk pengaturan ritme belajar, penggunaan media pembelajaran kreatif, serta strategi interaksi yang membuat siswa merasa dilibatkan. Dengan penerapan strategi ini, Abd. Aziz yakin bahwa siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga peserta aktif yang mampu berkontribusi dalam diskusi dan kegiatan kelas lainnya.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Abd. Aziz adalah bagaimana metode pembelajaran inovatif dapat meningkatkan perhatian siswa secara signifikan. Ia menyadari bahwa dengan pendekatan yang tepat, siswa lebih mudah memahami materi, lebih bersemangat untuk belajar, dan lebih terlibat dalam aktivitas kelas. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif, sekaligus memberikan kepuasan tersendiri bagi guru ketika melihat siswa antusias dan aktif.
Pelatihan ini juga membantu Abd. Aziz memahami pentingnya perencanaan dan kreativitas dalam mengajar. Ia belajar bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi, tetapi juga oleh bagaimana guru menyampaikannya dan menciptakan suasana kelas yang mendukung. Dengan strategi yang tepat, guru dapat mengatasi tantangan seperti kebosanan atau distraksi siswa, sehingga kelas tetap kondusif dan produktif.
Secara keseluruhan, pengalaman Abd. Aziz S.Ag dalam pelatihan ini memberikan dampak positif yang besar bagi profesionalismenya sebagai guru. Ia merasa lebih siap dan percaya diri untuk menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, meningkatkan perhatian siswa, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Melalui strategi yang diperoleh, Abd. Aziz mampu membangun interaksi yang lebih efektif, memperkuat keterlibatan siswa, dan memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan berkesan.
Pelatihan ini menegaskan bahwa guru yang kreatif dan terbuka terhadap inovasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan. Abd. Aziz kini lebih percaya diri untuk menghadirkan kelas yang interaktif, fokus, dan menyenangkan, sehingga setiap siswa dapat belajar dengan antusias dan optimal.