Sulastri, S.Pd., seorang guru di MTsN 17 Tanah Datar, telah berusaha menerapkan konsep pembelajaran mendalam dalam kesehariannya. Namun, penerapannya belum bisa dilakukan secara menyeluruh pada semua materi. Ia mengaku baru mencoba pada beberapa materi tertentu yang dirasa lebih memungkinkan untuk dikembangkan dengan pendekatan ini.
Menurut Sulastri, pembelajaran mendalam membawa warna baru dalam proses belajar mengajar. Konsep ini menekankan pada keterlibatan aktif siswa, bukan hanya menerima materi secara pasif. Dengan pendekatan tersebut, siswa didorong untuk memahami inti dari pelajaran, menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari, serta melatih kemampuan berpikir kritis mereka. Meskipun penerapannya belum maksimal, ia merasakan perbedaan yang signifikan pada respons siswa ketika metode ini digunakan.
Namun, Sulastri juga menyadari adanya kendala yang cukup terasa, yaitu keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah. Fasilitas yang kurang memadai sering kali membatasi ruang gerak guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Misalnya, kebutuhan akan media pembelajaran interaktif atau perangkat pendukung teknologi yang seharusnya bisa memperkaya proses belajar, belum sepenuhnya tersedia. Hal inilah yang membuat penerapan pembelajaran mendalam baru bisa dilakukan pada beberapa materi saja.
Meski demikian, semangat Sulastri tidak surut. Ia justru melihat keterbatasan tersebut sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kreativitas. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, ia berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tetap bermakna. Ia percaya bahwa kunci dari pembelajaran mendalam bukan semata terletak pada kelengkapan fasilitas, melainkan pada kesungguhan guru dalam mengelola proses pembelajaran.
Dari pengalaman yang ia jalani, Sulastri merasakan banyak ilmu baru yang dapat langsung diterapkan di kelas. Ia menemukan bahwa siswa lebih aktif bertanya, lebih berani mengemukakan pendapat, dan lebih mudah memahami konsep ketika pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyentuh pengalaman mereka. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun fasilitas terbatas, semangat belajar siswa tetap bisa tumbuh jika diarahkan dengan baik.
Testimoni Sulastri memberikan gambaran bahwa pembelajaran mendalam dapat berjalan meski belum sempurna penerapannya. Ia berharap ke depan sekolah dapat lebih melengkapi sarana dan prasarana sehingga metode ini bisa diterapkan secara menyeluruh di semua materi. Bagi Sulastri, deep learning bukan sekadar metode, melainkan sebuah pendekatan yang membawa perubahan nyata dalam cara siswa belajar dan memahami.
Dengan dedikasinya, ia yakin langkah kecil yang sudah dimulai akan menjadi pondasi kuat untuk masa depan pendidikan yang lebih bermakna.