Nani Riani, S.Pt., seorang pendidik di SMK Negeri 2 Metro Lampung, telah berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswanya. Melalui eksplorasi dan analisis materi, ia menerapkan berbagai strategi pembelajaran seperti diskusi kelompok, studi kasus, hingga proyek sederhana yang memanfaatkan media pembelajaran berbasis video. Salah satu praktik yang menjadi sorotan adalah pembelajaran mengenai pemeliharaan ayam broiler, yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.
Menurut Nani Riani, pengalaman belajar melalui praktik langsung mampu memantik minat siswa untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Namun, ia juga mengakui bahwa dalam pelaksanaannya terdapat tantangan yang cukup besar. Pemahaman konsep dasar masih belum terbentuk dengan baik pada sebagian siswa. Selain itu, kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar berbasis proyek juga masih kurang. Hal ini membuat guru harus lebih sabar dan konsisten dalam memberikan arahan.
Meskipun menghadapi kendala, Nani Riani melihat bahwa metode ini memberikan peluang besar bagi siswa untuk berkembang. Dengan pembelajaran mendalam, siswa diajak untuk tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami inti permasalahan, berpikir kritis, serta mencari solusi melalui pengalaman nyata. Proses ini secara tidak langsung membentuk kemandirian siswa dalam belajar dan memperkuat keterampilan mereka dalam menghadapi dunia kerja.
Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai pembimbing sekaligus fasilitator. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi siswa agar mampu mengaitkan teori dengan praktik nyata. Dengan pendekatan seperti ini, siswa lebih mudah melihat relevansi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari maupun dengan kompetensi keahlian yang sedang mereka dalami.
Dari pengalaman yang ia jalani, Nani Riani merasa bahwa pembelajaran mendalam melalui praktik langsung mampu membuka wawasan siswa. Mereka mulai terdorong untuk merencanakan langkah pembelajaran, melaksanakan praktik, serta melakukan refleksi atas hasil yang diperoleh. Hal ini menjadi modal penting bagi mereka untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.
Testimoni ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam bukanlah sekadar konsep, tetapi sebuah pendekatan yang memberikan pengalaman konkret bagi siswa. Bagi Nani Riani, upaya membimbing dan mengarahkan siswa agar mampu berpikir kritis dan melakukan praktik nyata merupakan langkah yang sejalan dengan tujuan pendidikan kejuruan: mencetak generasi yang terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia nyata.