Menemukan Semangat Baru dalam Strategi Deep Learning

Hotmartina Sagala, S.Pd., seorang guru di MIN 4 Bengkulu Tengah, merasa beruntung dapat mengikuti sebuah diklat yang membahas strategi pembelajaran berbasis deep learning. Pengalaman ini menjadi titik balik baginya sebagai pendidik, terutama dalam menghadapi tantangan mengajar di era modern yang penuh dinamika.

Sebelum mengikuti pelatihan, Hotmartina mengakui bahwa pendekatan yang digunakan di kelas masih terbilang konvensional. Siswa belajar, namun sering kali hanya sebatas menghafal tanpa benar-benar memahami konsep. Hal ini membuat minat belajar mereka naik turun dan kurang konsisten. Setelah mengenal konsep deep learning, ia menyadari bahwa pembelajaran seharusnya menekankan pemahaman yang mendalam, mengajak siswa berpikir kritis, dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.

Bagian yang paling berkesan bagi Hotmartina dari diklat tersebut adalah pengenalan strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, pemecahan masalah nyata, serta proyek kolaboratif. Menurutnya, strategi ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga ikut terlibat aktif dalam proses pencarian jawaban. “Anak-anak jadi merasa bahwa belajar itu bukan sekadar kewajiban, tapi kebutuhan mereka sendiri,” ungkapnya penuh semangat.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Minat siswa yang berbeda-beda menjadi salah satu tantangan tersendiri. Tidak semua murid langsung antusias dengan metode baru, terutama mereka yang terbiasa dengan pola belajar hafalan. Hotmartina pun memilih untuk menerapkan strategi ini secara bertahap. Ia memulai dengan diskusi sederhana, kemudian beralih pada proyek kolaboratif kecil yang sesuai dengan kemampuan siswa.

Usaha tersebut membuahkan hasil. Kini suasana kelas terasa lebih hidup. Murid-murid terlihat berani menyampaikan pendapat, aktif bertanya, dan saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Bahkan, beberapa siswa yang sebelumnya cenderung pasif mulai menunjukkan keberanian untuk tampil di depan kelas. Perubahan ini menjadi motivasi tersendiri bagi Hotmartina untuk terus berinovasi.

Tidak hanya siswa yang berkembang, Hotmartina pun merasakan perubahan positif pada dirinya sebagai guru. Ia menjadi lebih kreatif dalam menyusun perangkat ajar, lebih percaya diri dalam mencoba metode baru, serta lebih reflektif dalam mengevaluasi proses belajar mengajar. Ia menyadari bahwa guru juga harus terus belajar agar dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswanya.

Dengan pengalaman yang berharga ini, Hotmartina semakin yakin bahwa strategi deep learning adalah kunci untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Ia berharap dapat terus mengembangkan diri dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru lainnya.

Previous Article

Membangun Layanan BK yang Inklusif dan Bermakna

Next Article

Semangat Pembelajaran Mendalam di Kelas yang Beragam

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨