Menerapkan Pembelajaran Mendalam Secara Perlahan di Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini adalah fondasi penting dalam membentuk karakter, sikap, dan pola pikir anak. Di tahap ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada bagaimana anak belajar dengan senang, aktif, dan penuh makna. Konsep inilah yang dipelajari Siti Aisah, guru TK PGRI 08 Bondowoso, Jawa Timur, dalam Diklat Nasional 40JP bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.”

Masih dalam Tahap Mencoba

Bu Siti Aisah mengakui bahwa dirinya masih mau mencoba menerapkan strategi pembelajaran mendalam (deep learning). Sebagai konsep yang relatif baru, tentu dibutuhkan waktu untuk memahami sekaligus menyesuaikan dengan kondisi kelas di tingkat pendidikan anak usia dini. Namun, semangat untuk mencoba sudah menjadi langkah awal yang penting.

Pembelajaran Mendalam di TK

Konsep deep learning memberikan arah bahwa anak-anak seharusnya tidak hanya menerima informasi, melainkan diajak untuk mengalami, mengamati, dan menemukan makna dari kegiatan belajar mereka. Misalnya, ketika belajar mengenal warna, anak tidak hanya ditunjukkan gambar, tetapi juga diberi kesempatan bermain cat air, mengamati benda sekitar, dan bercerita tentang warna favorit mereka.

Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

Diterapkan Perlahan pada Peserta Didik

Bu Siti menekankan bahwa penerapan konsep ini akan dilakukan secara perlahan kepada peserta didik. Hal ini penting karena anak-anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan metode belajar baru. Guru pun perlu mencoba berbagai pendekatan, mulai dari bermain peran, bernyanyi, hingga kegiatan motorik, agar konsep mendalam bisa diterima dengan cara yang menyenangkan.

Pendekatan perlahan ini juga menjadi strategi agar pembelajaran tidak membebani anak, melainkan tetap selaras dengan dunia bermain mereka.

Menuju Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Meskipun baru mencoba, Bu Siti sudah menyadari potensi besar dari deep learning untuk meningkatkan kualitas belajar di TK. Dengan pembelajaran yang lebih interaktif, anak-anak diharapkan lebih aktif, lebih bersemangat, serta lebih mampu mengaitkan pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Penutup

Pengalaman Bu Siti Aisah menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam dapat diterapkan sejak dini, meskipun dengan langkah perlahan. Dengan kesabaran dan kreativitas, guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, sehingga anak-anak tumbuh dengan rasa ingin tahu, percaya diri, dan semangat belajar yang kuat.

Previous Article

Mengelola Strategi Pembelajaran di Tengah Keterbatasan Waktu

Next Article

Mengoptimalkan Deep Learning untuk Pembelajaran yang Lebih Kompleks dan Terarah

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨