Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus menuntut kreativitas dan kesabaran ekstra dari guru. Proses belajar tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga bagaimana membuat anak merasa senang, bersemangat, dan terlibat aktif. Hal inilah yang diterapkan oleh Sri Atmini, S.Pd, guru SLB Negeri Surakarta, setelah mengikuti Diklat Nasional 40JP bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.”
Menerapkan Materi Penjumlahan
Dalam praktiknya, Bu Sri telah mencoba menerapkan pembelajaran mendalam pada materi penjumlahan. Topik ini sering dianggap sulit bagi sebagian siswa, terutama di sekolah luar biasa (SLB), karena membutuhkan konsentrasi, latihan, dan pemahaman konsep yang kuat.
Dengan memanfaatkan prinsip deep learning, ia berusaha menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Misalnya, melalui permainan sederhana, media visual, atau aktivitas konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Cara ini membuat anak tidak merasa terbebani, melainkan menikmati proses belajar.
Menjadikan Pembelajaran Menarik dan Menyenangkan
Salah satu fokus utama Bu Sri adalah bagaimana cara membuat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Bagi siswa SLB, suasana belajar yang terlalu kaku atau monoton bisa membuat mereka cepat bosan dan sulit fokus. Oleh karena itu, penggunaan metode interaktif menjadi sangat penting.
Dengan strategi pembelajaran mendalam, anak diajak untuk terlibat langsung, bereksplorasi, serta mencoba menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri. Hal ini tidak hanya membantu mereka memahami materi penjumlahan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri.
Dampak: Lebih Fokus dan Bersemangat
Penerapan metode ini membawa dampak positif yang nyata. Siswa menjadi lebih fokus dalam mengikuti pelajaran dan menunjukkan semangat baru ketika belajar matematika. Pembelajaran yang sebelumnya dianggap sulit kini terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Bagi Bu Sri, hal ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam mengajar. Ia menyadari bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar teori, tetapi strategi yang benar-benar bisa membantu siswa belajar lebih efektif.
Penutup
Pengalaman Bu Sri Atmini menegaskan bahwa dengan pendekatan deep learning, pembelajaran matematika dapat menjadi lebih menarik, bahkan di kelas SLB. Dengan kreativitas guru, materi yang sederhana seperti penjumlahan bisa diubah menjadi pengalaman belajar yang penuh keceriaan.
Inilah bukti bahwa pembelajaran yang menyenangkan tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membangkitkan semangat mereka untuk terus belajar.