Saya, Juita Heppi Saragih, S.Pd., seorang guru di UPT SD Negeri 019 Sukaramai, telah mengikuti Diklat Nasional 40JP “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Setelah mengikuti kegiatan ini, saya sudah mencoba menerapkan beberapa strategi yang dipelajari dalam proses pembelajaran di kelas.
Menerapkan Deep Learning di Kelas
Konsep Deep Learning mengajarkan saya untuk tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana membuat siswa benar-benar memahami apa yang dipelajari. Dengan pendekatan ini, saya berusaha menghubungkan materi dengan pengalaman nyata siswa, sehingga mereka merasa pembelajaran lebih bermakna dan tidak sebatas hafalan.
Tantangan dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Salah satu tantangan yang saya hadapi adalah mengajar peserta didik yang berkebutuhan khusus. Dibutuhkan kesabaran ekstra dan strategi yang lebih kreatif agar mereka dapat terlibat aktif dalam pembelajaran. Meskipun demikian, saya melihat bahwa metode deep learning justru membantu saya menemukan cara yang lebih inklusif, sehingga semua siswa—tanpa terkecuali—dapat merasakan manfaat pembelajaran.
Suasana Belajar yang Menyenangkan
Dampak dari penerapan deep learning sangat terasa. Suasana kelas menjadi lebih menyenangkan, siswa lebih bersemangat, dan proses belajar terasa lebih hidup. Saya juga merasa lebih termotivasi untuk terus mencari strategi baru agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan siswa, termasuk mereka yang memiliki perbedaan kemampuan.
Penutup
Secara keseluruhan, mengikuti diklat ini memberikan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya semakin yakin bahwa deep learning dapat menjadi kunci untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan inklusif. Walaupun ada tantangan, proses ini memberikan kepuasan tersendiri karena melihat siswa lebih aktif, senang, dan mampu memahami materi dengan baik. Bagi saya, inilah wujud nyata dari pembelajaran yang berkualitas.