Dari Penyampai Materi Menjadi Fasilitator Pembelajaran Bermakn

Saya, Safwan Hi Abdullah, S.H., seorang guru di MAN Tolitoli, merasa sangat beruntung dapat mengikuti Diklat Nasional 40JP “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Walaupun hingga kini saya belum sempat menerapkan materi secara langsung di kelas karena kegiatan pembelajaran belum berjalan, saya sudah mulai menyusun rencana pembelajaran dan strategi yang akan diterapkan pada pertemuan mendatang.

Peran Guru sebagai Fasilitator

Materi yang paling berkesan bagi saya adalah ketika dibahas bahwa peran guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator pembelajaran yang bermakna. Pemahaman ini membuat saya merenung dan menata kembali cara pandang saya terhadap peran seorang pendidik. Saya sadar bahwa tugas utama guru adalah menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar.

Tantangan yang Diperkirakan

Karena saya belum menerapkan materi ini secara langsung, saya sudah dapat membayangkan tantangan yang akan muncul. Salah satunya adalah kesiapan siswa untuk belajar aktif, karena tidak semua terbiasa dengan pola belajar mendalam. Selain itu, pengelolaan waktu dan materi juga akan menjadi hal penting, agar pembelajaran tetap bermakna tanpa meninggalkan target kurikulum yang telah ditetapkan.

Perubahan Cara Pandang

Meski belum diterapkan sepenuhnya, diklat ini sudah membawa perubahan dalam cara saya memandang proses pembelajaran. Kini saya lebih fokus pada bagaimana membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Saya juga mulai merancang strategi agar siswa lebih aktif, terlibat, dan merasa bahwa mereka adalah bagian penting dari proses pembelajaran.

Penutup

Secara keseluruhan, diklat ini memberikan wawasan yang sangat berharga. Saya semakin yakin bahwa dengan memposisikan guru sebagai fasilitator, pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah, melainkan menjadi proses interaktif yang mendalam. Walaupun masih dalam tahap persiapan, saya optimis dapat menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, aktif, dan kontekstual di MAN Tolitoli.

Previous Article

Integrasi Teknologi untuk Meningkatkan Semangat Belajar

Next Article

Menemukan Masalah, Menemukan Makna: Pengalaman Menerapkan Discovery Learning

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨