Salehuddin, S.HI, seorang guru di MTsS Raudlatul Muslimin NW Kayangan, baru-baru ini mengikuti pelatihan tentang pembelajaran interaktif yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi siswa. Bagi Salehuddin, pengalaman ini menjadi langkah penting dalam upayanya menciptakan kelas yang lebih dinamis, menarik, dan efektif bagi setiap peserta didik.
Dalam pelatihan ini, Salehuddin belajar bagaimana mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam proses belajar. Dengan menggunakan metode yang menekankan partisipasi aktif, setiap siswa diajak untuk berkontribusi, bertanya, berdiskusi, dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pendekatan ini memungkinkan siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga belajar melalui pengalaman dan kolaborasi, sehingga kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial mereka dapat berkembang secara bersamaan.
Meskipun pelatihan memberikan banyak strategi dan metode inovatif, Salehuddin menghadapi tantangan berupa keterbatasan daya dukung untuk menunjang pembelajaran. Beberapa fasilitas atau sarana pendukung yang dibutuhkan untuk aktivitas interaktif dan kolaboratif masih kurang memadai. Namun, hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk menerapkan metode yang dipelajari. Salehuddin menyadari bahwa kreativitas guru dan strategi pengelolaan kelas yang baik dapat memaksimalkan potensi pembelajaran, meskipun sarana pendukung terbatas.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Salehuddin adalah bagaimana pembelajaran interaktif memudahkan proses belajar bagi siswa. Dengan menekankan kolaborasi, siswa belajar saling membantu, berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama. Pendekatan ini tidak hanya membuat kelas lebih hidup, tetapi juga membantu siswa memahami materi dengan lebih baik, karena mereka belajar sambil berinteraksi dan mempraktikkan konsep yang diajarkan.
Pelatihan ini juga meningkatkan pemahaman Salehuddin tentang pentingnya perencanaan dan pengelolaan kelas yang mendukung partisipasi aktif. Ia menyadari bahwa guru harus mampu merancang aktivitas yang menantang namun menyenangkan, memotivasi siswa untuk tetap fokus, dan mengatur dinamika kelompok agar setiap peserta didik dapat terlibat secara optimal. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa lebih termotivasi untuk berpartisipasi.
Secara keseluruhan, pengalaman Salehuddin, S.HI, mengikuti pelatihan tentang partisipasi aktif dan kolaborasi memberikan dampak positif bagi profesionalismenya sebagai guru. Ia merasa lebih siap untuk menerapkan strategi pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, sekaligus mengatasi keterbatasan fasilitas dengan kreativitas dan perencanaan yang matang. Melalui metode ini, proses belajar menjadi lebih mudah, efektif, dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kerjasama mereka.
Pelatihan ini menegaskan bahwa dengan pendekatan yang tepat, guru dapat menghadirkan kelas yang inspiratif dan transformatif, meskipun tantangan sarana dan prasarana masih ada. Salehuddin kini lebih percaya diri dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan penuh kolaborasi bagi setiap peserta didiknya.