Sa’ani, S.Pd.I, seorang guru di SDN 1 Jemaras Lor, baru-baru ini mengikuti kegiatan pelatihan mengenai deep learning dalam dunia pendidikan. Sebagai pendidik yang selalu ingin meningkatkan kualitas pembelajaran, Sa’ani melihat pelatihan ini sebagai kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan memahami metode pembelajaran yang lebih mendalam.
Meskipun saat ini Sa’ani belum sepenuhnya menerapkan deep learning dalam proses mengajar di kelasnya, pengalaman mengikuti pelatihan ini memberikan banyak insight baru. Ia menyadari bahwa untuk bisa memanfaatkan pendekatan ini secara optimal, seorang guru harus aktif dan terlibat penuh dalam setiap sesi pembelajaran, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi murid. “Harus lebih aktif,” catatnya dalam refleksi pribadinya, menunjukkan kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam memaksimalkan potensi metode ini.
Salah satu hal yang paling menarik bagi Sa’ani adalah bagaimana konsep deep learning dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Metode ini tidak hanya menekankan pada pemberian materi secara teoritis, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan yang mereka peroleh dengan pengalaman nyata, dan menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Bagi Sa’ani, hal ini menunjukkan bahwa belajar tidak harus membosankan, melainkan bisa menjadi pengalaman yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
Pelatihan ini juga membantu Sa’ani memahami bahwa keberhasilan penerapan deep learning sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang memotivasi siswa. Dengan pendekatan yang tepat, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi, kreativitas, dan kolaborasi antar siswa. Sa’ani menyadari bahwa proses ini membutuhkan komitmen dan kesabaran, tetapi hasilnya akan sepadan dengan peningkatan kualitas pemahaman dan keterampilan siswa.
Selain itu, Sa’ani merasa bahwa pelatihan ini membuka perspektif baru mengenai bagaimana seorang guru dapat terus berkembang. Deep learning bukan hanya metode pengajaran, tetapi juga merupakan proses pembelajaran berkelanjutan bagi guru itu sendiri. Dengan terus belajar dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, seorang guru dapat memperluas wawasan, meningkatkan strategi mengajar, dan memberikan dampak positif bagi murid-muridnya.
Secara keseluruhan, pengalaman Sa’ani mengikuti pelatihan deep learning memberikan motivasi dan inspirasi baru. Ia merasa semakin siap untuk menerapkan pendekatan ini di kelasnya, sambil terus belajar agar mampu menjadi guru yang lebih efektif dan kreatif. Dengan pemahaman yang diperoleh, Sa’ani yakin bahwa murid-muridnya akan merasakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, menantang, dan bermakna. Pelatihan ini membuktikan bahwa dengan antusiasme dan kesiapan untuk aktif, setiap guru dapat menciptakan pembelajaran yang transformatif dan memikat hati siswa.