Elya, S.Pd.I, guru di SD Negeri 9 Tanjungpandan, berbagi pengalaman mengenai penerapan metode pembelajaran kolaboratif yang dilaksanakan baik secara tatap muka maupun melalui pemberian tugas kepada peserta didik. Menurut Elya, metode ini bertujuan untuk melibatkan siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar dan membangun kemampuan berpikir kritis melalui interaksi dan diskusi.
Dalam praktiknya, Elya sering mendorong peserta didik untuk menyelesaikan tugas melalui diskusi kelompok atau kegiatan kolaboratif. Pendekatan ini memungkinkan siswa belajar tidak hanya dari guru, tetapi juga dari teman-teman sekelasnya. “Kolaborasi membuat anak-anak belajar untuk mendengarkan, berdiskusi, dan menghargai pendapat teman,” ujar Elya. Menurutnya, proses ini membantu siswa memahami materi lebih mendalam dan mengembangkan kemampuan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, Elya juga menghadapi beberapa tantangan. Masih banyak peserta didik yang belum fokus dalam belajar, alat dan sumber belajar yang tersedia belum memadai, serta jaringan internet yang kurang mendukung menjadi kendala tersendiri. Meski begitu, Elya tetap optimis dan berusaha memaksimalkan kondisi yang ada dengan pendekatan kreatif dan metode yang variatif.
Pengalaman mengikuti pelatihan dan menerapkan strategi ini memberikan Elya pencerahan baru dalam proses belajar mengajar. Ia merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan dan menemukan cara agar siswa lebih termotivasi. “Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan ini, saya mendapatkan banyak inspirasi dan ide untuk membuat pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan,” katanya.
Bagi Elya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga dari partisipasi aktif dan kemampuan mereka untuk bekerja sama. Dengan pendekatan kolaboratif, siswa belajar bertanggung jawab atas tugasnya sendiri sekaligus belajar menghargai proses belajar bersama teman-teman.
Secara keseluruhan, pengalaman Elya menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam pendidikan. Meski terdapat kendala fasilitas dan fokus siswa, penerapan metode kolaboratif dan pendekatan kreatif terbukti mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Elya berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi guru lain untuk terus berinovasi, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan bermanfaat bagi peserta didik.