Sri Hastuti, S.Pd., seorang pendidik di SMKN 1 Gantiwarno, berbagi pengalamannya terkait penerapan strategi pembelajaran mendalam. Walaupun dirinya belum sepenuhnya menerapkan metode ini di kelas, ia sudah menunjukkan ketertarikan yang besar, khususnya ketika materi yang disampaikan berkaitan dengan alam. Menurutnya, topik tersebut sangat relevan bagi siswa karena dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat dijadikan jembatan untuk mengembangkan cara berpikir kritis sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Namun, perjalanan menuju penerapan pembelajaran mendalam tentu tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang dihadapi Sri Hastuti adalah kurangnya keaktifan murid dalam mengikuti pembelajaran. Dalam beberapa kesempatan, ia mendapati sebagian siswa lebih memilih diam dan pasif ketika guru mencoba memancing mereka untuk berpikir dan berdiskusi. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena pembelajaran mendalam menuntut partisipasi aktif siswa agar mereka benar-benar bisa memahami konsep, bukan hanya menghafalkan materi.
Meskipun demikian, Sri Hastuti tidak kehilangan optimisme. Ia melihat bahwa metode pembelajaran mendalam justru bisa menjadi solusi untuk mengatasi sikap pasif siswa. Dengan menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual, seperti mengaitkan materi dengan fenomena alam yang nyata, siswa berpeluang untuk lebih tertarik dan termotivasi. Misalnya, saat membahas ekosistem atau perubahan lingkungan, guru dapat mengajak siswa berdiskusi tentang kondisi alam di sekitar sekolah atau bahkan melakukan observasi langsung di lapangan. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga menyentuh pengalaman nyata siswa.
Bagi Sri Hastuti, tujuan utama dari pembelajaran mendalam bukanlah sekadar membuat siswa menguasai teori, melainkan memahami materi secara lebih menyeluruh dan bermakna. Ia yakin, ketika siswa mampu melihat hubungan antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, maka mereka akan lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan ilmu tersebut. Dampaknya, siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga lebih bijak dalam menghadapi persoalan di sekitarnya.
Dalam refleksinya, Sri Hastuti menekankan pentingnya perubahan paradigma baik bagi guru maupun siswa. Guru dituntut untuk kreatif dalam merancang metode pembelajaran yang mendorong keaktifan, sementara siswa perlu dibimbing agar berani berpartisipasi dan menyampaikan pendapat. Tantangan ini memang tidak mudah, tetapi Sri Hastuti percaya bahwa dengan konsistensi, pembelajaran mendalam akan menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, bermakna, dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.
Testimoni yang disampaikan Sri Hastuti ini menunjukkan bahwa meskipun penerapannya masih dalam tahap awal, semangat untuk mencoba dan beradaptasi sangatlah penting. Ia berharap, melalui strategi pembelajaran mendalam, peserta didik di SMKN 1 Gantiwarno dapat lebih aktif, kreatif, dan pada akhirnya memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pelajaran yang mereka pelajari.