Triswanto dan Upaya Menguatkan Dasar Pembelajaran di Kelas

Triswanto, S.Pd., seorang pendidik di MTs Roudotul Huda Mulyorejo 1 Lampung Utara, telah mencoba menerapkan pembelajaran dengan pendekatan yang lebih mendalam dalam proses belajar mengajar. Ia menilai bahwa pemaparan mengenai strategi pembelajaran ini sangat baik untuk diterapkan di kelas, karena memberikan peluang bagi siswa untuk lebih memahami materi dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Dalam pengalamannya, Triswanto menemukan bahwa penerapan metode baru ini memberikan warna berbeda dalam suasana belajar. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, tetapi mulai berusaha berpikir, memahami, dan mencoba menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang sesungguhnya: tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis serta mampu memecahkan masalah.

Meski demikian, ia juga menyadari bahwa penerapan pembelajaran mendalam memiliki tantangan tersendiri. Salah satu kendala yang paling menonjol adalah terkait materi dasar yang masih lemah pada sebagian siswa, khususnya dalam hal hafalan perkalian. Keterbatasan pada kemampuan dasar ini sering kali membuat siswa kesulitan mengikuti materi yang lebih kompleks. Misalnya, ketika pelajaran matematika membutuhkan keterampilan perkalian cepat, sebagian siswa menjadi tertinggal karena belum benar-benar menguasai hal tersebut.

Bagi Triswanto, tantangan ini bukanlah alasan untuk berhenti mencoba, melainkan motivasi untuk mencari solusi. Ia memahami bahwa setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Karena itu, ia berusaha memberikan pendekatan yang lebih personal, seperti memberikan latihan tambahan, menggunakan permainan sederhana yang menyenangkan, atau mengulang materi dasar agar siswa tidak merasa terbebani. Upaya ini dilakukan agar siswa tidak kehilangan semangat belajar sekalipun mereka menghadapi kesulitan.

Yang membuat Triswanto semakin bersemangat adalah melihat perubahan kecil namun berarti dari siswanya. Ada siswa yang awalnya merasa takut dan kesulitan, kini mulai lebih berani mencoba. Bahkan meskipun jawabannya belum selalu tepat, keberanian untuk mencoba dan berpartisipasi dalam diskusi sudah menjadi pencapaian penting. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran mendalam bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang membangun sikap belajar yang positif.

Selain itu, Triswanto juga merasakan bahwa pendekatan ini membantu dirinya sebagai guru untuk lebih memahami karakter siswa. Ia bisa melihat mana siswa yang butuh perhatian lebih, siapa yang cepat memahami materi, dan siapa yang perlu diberi motivasi tambahan. Hal ini membuat peran guru menjadi lebih dinamis, bukan hanya sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai pendamping yang mengarahkan dan memfasilitasi perkembangan siswa.

Dari pengalamannya, Triswanto menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran mendalam memang penuh tantangan, namun sangat bermanfaat jika dilakukan dengan kesabaran dan konsistensi. Kendala seperti lemahnya penguasaan dasar bukanlah penghalang, melainkan titik awal untuk menguatkan pondasi siswa. Ia percaya, dengan terus berinovasi dan mendampingi siswa dengan penuh perhatian, hasil yang lebih baik akan tercapai.

Testimoni ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukanlah proses instan. Dibutuhkan ketekunan guru seperti Triswanto untuk memastikan setiap siswa dapat belajar sesuai kemampuannya, sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang lebih bermakna.

Previous Article

Perubahan Positif di Kelas: Pengalaman Ikeu Rukiati dalam Menerapkan Deep Learning

Next Article

Strategi Meningkatkan Aktivitas Murid dalam Pembelajaran Materi Alam

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨