Mengajar dengan Ikhlas, Membangun Kedekatan Hati Guru dan Murid

Sulastri, S.Ag, seorang pendidik di SMKN 4 Malang, telah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam proses belajar mengajarnya. Bagi beliau, pembelajaran bukan hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga menuntun siswa untuk memahami makna dari setiap pelajaran dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Menurutnya, keberhasilan dalam pendidikan bukan hanya diukur dari nilai akademis, melainkan dari bagaimana ilmu itu mampu membentuk karakter serta mendekatkan siswa pada kebaikan.

Dalam praktiknya, Sulastri menekankan bahwa kunci utama dalam mengajar adalah keikhlasan. Baginya, guru sejati harus ikhlas dalam memberikan ilmu, karena tugas mengajar bukan sekadar kewajiban profesi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Ia percaya bahwa ketika guru mengajar dengan niat yang tulus, ilmu yang disampaikan akan lebih mudah diterima, dan yang lebih penting, akan memberikan keberkahan bagi murid maupun guru itu sendiri.

Pendekatan mendalam yang diterapkan Sulastri bukan hanya menuntut siswa untuk memahami materi secara konseptual, tetapi juga mendorong mereka agar mampu bernalar, berpikir kritis, serta mengambil hikmah dari setiap pelajaran. Ia meyakini bahwa pembelajaran yang menyentuh hati akan membuat siswa lebih dekat dengan gurunya. Kedekatan hati inilah yang menjadi pintu bagi terciptanya suasana belajar yang nyaman, penuh penghargaan, dan saling menghormati.

Meski tantangan dalam dunia pendidikan selalu ada, Sulastri tetap memandang bahwa kesabaran dan ketulusan adalah senjata utama seorang pendidik. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menanamkan nilai ikhlas dalam mengajar, ia merasa bahwa setiap hambatan akan lebih mudah dilewati. Baginya, keberhasilan sejati bukan hanya ketika siswa meraih nilai tinggi, melainkan saat mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, memiliki rasa hormat kepada guru, serta mampu mengamalkan ilmu dengan sebaik-baiknya.

Testimoni Sulastri menjadi gambaran nyata bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berkutat pada metode atau strategi mengajar modern, tetapi juga pada sikap batin seorang guru. Dengan ikhlas, ilmu menjadi lebih bernilai. Dengan kasih sayang, guru dan murid menjadi lebih dekat. Dan dengan pendekatan mendalam, proses belajar menjadi sarana membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.

Previous Article

Semangat Mencoba Inovasi Pembelajaran Meski Terkendala Sarana

Next Article

Menemukan Strategi Tepat untuk Memahami Karakter Murid

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨