Eryxon U. Ngg. M. Langga, S.Pd., Gr., seorang pendidik di SMP Negeri 2 Lewa, membagikan pengalamannya dalam mengikuti pelatihan tentang pembelajaran berbasis deep learning. Baginya, pengalaman tersebut sangat menyenangkan karena membuka wawasan baru tentang bagaimana sebuah pembelajaran dapat dirancang agar lebih bermakna bagi siswa.
Menurut Eryxon, pendekatan deep learning tidak sekadar berfokus pada penyampaian materi, melainkan lebih menekankan pada bagaimana siswa memahami konsep dasar secara mendalam. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menghafal pelajaran, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar, bukan hanya sebagai pendengar pasif.
Ia menjelaskan bahwa salah satu hal penting dari deep learning adalah keaktifan siswa. Dalam praktiknya, siswa didorong untuk bertanya, berdiskusi, hingga mencoba menyelesaikan permasalahan nyata yang dekat dengan kehidupan mereka. Keaktifan ini menurut Eryxon membuat suasana kelas lebih hidup dan interaktif. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi, melainkan fasilitator yang mendampingi siswa dalam menemukan pengetahuan.
Tentu saja, perubahan pendekatan ini menuntut guru untuk memahami konsep dasar deep learning dengan baik. Bagi Eryxon, inilah tantangan sekaligus peluang. Guru perlu merancang aktivitas yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, namun tetap menantang mereka untuk berpikir kritis dan analitis. Dengan cara ini, pembelajaran tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berkesan.
Dari pengalamannya, Eryxon melihat bahwa saat siswa lebih aktif, motivasi belajar mereka pun meningkat. Mereka tidak lagi merasa terbebani dengan pelajaran, melainkan lebih bersemangat karena merasa dilibatkan secara langsung. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan deep learning mampu menciptakan perubahan positif dalam proses belajar mengajar.
Melalui testimoninya, Eryxon berharap semakin banyak guru yang mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan serupa. Ia percaya bahwa dengan membiasakan siswa memahami konsep dasar dan melibatkan mereka secara aktif, maka tujuan pendidikan yang sebenarnya—yakni membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan mandiri—dapat tercapai dengan lebih baik.
Pengalaman Eryxon U. Ngg. M. Langga ini memberikan inspirasi bahwa pembelajaran tidak harus kaku dan monoton. Dengan menerapkan deep learning, kelas bisa menjadi ruang yang menyenangkan, penuh interaksi, dan sarat makna.