Muhammad Khafiat Ridwan, S.Pd., seorang pendidik di MTs Ma’arif Keputran, tengah menapaki perjalanan penting dalam memahami dan menerapkan konsep pembelajaran mendalam. Ia dengan jujur mengakui bahwa penerapannya belum sepenuhnya maksimal, namun dengan tekad yang kuat, ia berkomitmen untuk terus mengusahakannya sebaik mungkin. Baginya, proses belajar bukan hanya untuk peserta didik, tetapi juga menjadi cermin bagi guru untuk terus memperbaiki diri.
Dalam refleksinya, Ridwan menekankan bahwa salah satu poin penting dari pembelajaran mendalam adalah pengembangan keterampilan kolaborasi. Kolaborasi, menurutnya, bukan sekadar bekerja sama secara formal, melainkan melibatkan keaktifan siswa dalam berdiskusi, berbagi gagasan, serta memecahkan masalah bersama. Di sinilah peran guru sangat dituntut untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan ruang yang mendorong siswa untuk saling terlibat.
Ia menyadari bahwa kolaborasi yang efektif menuntut keaktifan kedua belah pihak: guru dan murid. Guru harus hadir sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan jalannya pembelajaran dengan kreatif, sementara murid ditantang untuk lebih berani berpendapat, mendengarkan, dan menghargai pandangan orang lain. Tantangan ini, menurut Ridwan, bukanlah hal yang mudah. Ada kalanya siswa masih pasif, atau bahkan sebaliknya, terlalu ramai sehingga sulit diarahkan. Namun, justru di situlah letak seni seorang pendidik.
Pengalaman mencoba mengintegrasikan pembelajaran berbasis kolaborasi membuat Ridwan lebih memahami banyak hal, terutama tentang dirinya sendiri. Ia menyadari masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki, baik dalam mengelola kelas, menyusun strategi pembelajaran, maupun membangun komunikasi yang lebih efektif dengan siswa. Kesadaran ini tidak ia pandang sebagai kelemahan, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk menjadi guru yang lebih baik ke depannya.
Bagi Ridwan, pembelajaran mendalam sejatinya bukan hanya tentang murid yang belajar memahami materi, melainkan juga tentang guru yang belajar memahami dirinya sendiri. Ia percaya bahwa dengan terus berlatih, mencoba, dan tidak berhenti berinovasi, tujuan pembelajaran yang bermakna dapat tercapai.
Testimoni Muhammad Khafiat Ridwan menunjukkan bahwa menjadi guru berarti siap menjalani proses panjang pembelajaran sepanjang hayat. Semangatnya untuk terus berusaha dan memperbaiki diri adalah teladan penting, bahwa pendidikan bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk terus melangkah dan beradaptasi.