Ikeu Rukiati, S.Pd., seorang guru di SMP Negeri 15 Tasikmalaya, telah berani mengambil langkah nyata dalam menerapkan pendekatan deep learning di kelasnya. Baginya, pembelajaran mendalam bukan hanya sebuah metode baru, tetapi juga sebuah kesempatan untuk mengubah pola pikir siswa agar lebih aktif, kritis, dan berani berpartisipasi dalam proses belajar.
Dalam kesaksiannya, Ikeu menjelaskan bahwa ia sudah mencoba strategi ini secara langsung. Salah satu hal yang menurutnya sangat berkesan adalah bagaimana deep learning mendorong siswa untuk lebih terlibat. Jika sebelumnya siswa cenderung pasif atau hanya menunggu arahan, kini mereka perlahan mulai terbiasa berdiskusi, bertanya, dan mencari jawaban bersama. Perubahan ini memberikan suasana kelas yang lebih hidup, dinamis, dan bermakna.
Namun, perjalanan ini tentu tidak tanpa tantangan. Ikeu menegaskan bahwa salah satu kesulitan terbesar adalah merubah kebiasaan murid di kelas. Kebiasaan lama, seperti hanya mencatat, menghafal, atau diam menunggu penjelasan guru, sudah terlalu melekat pada sebagian siswa. Ketika diminta untuk berpikir kritis atau menyampaikan pendapat, ada yang masih ragu-ragu, bahkan cenderung malu. Perlu waktu, kesabaran, serta strategi yang konsisten agar perubahan perilaku ini bisa benar-benar terwujud.
Meski begitu, Ikeu tidak melihat tantangan tersebut sebagai hambatan yang melemahkan semangat. Justru ia menganggapnya sebagai bagian dari proses yang wajar. Dengan pendekatan yang penuh kesabaran, ia mencoba mengarahkan siswa secara bertahap. Misalnya dengan membagi mereka dalam kelompok kecil, memberi pertanyaan pemicu yang sederhana, hingga memberikan apresiasi atas keberanian siswa yang mau berbicara. Langkah-langkah kecil ini secara perlahan membuka ruang bagi siswa untuk lebih berani mengekspresikan pemikiran mereka.
Hasilnya mulai terlihat. Siswa yang dulunya pasif, kini menunjukkan tanda-tanda keaktifan. Mereka tidak hanya lebih berani mengajukan pertanyaan, tetapi juga aktif menjawab, berdiskusi, bahkan mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Ikeu merasa bangga melihat perkembangan ini, karena menurutnya inti dari pembelajaran adalah membuat siswa benar-benar memahami, bukan sekadar menghafal.
Dampak lain yang dirasakannya adalah meningkatnya kedekatan antara guru dan murid. Melalui diskusi yang lebih terbuka, Ikeu jadi lebih mengenal karakter siswa satu per satu. Hal ini membantunya untuk menyesuaikan pendekatan agar lebih tepat sasaran. Baginya, keberhasilan pembelajaran bukan hanya diukur dari nilai, tetapi juga dari proses siswa dalam mengembangkan pola pikir dan keberanian.
Testimoni Ikeu Rukiati ini menggambarkan bahwa perubahan besar di dunia pendidikan tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan konsistensi, inovasi, dan ketulusan seorang guru dalam mendampingi murid-muridnya. Walau penuh tantangan, penerapan deep learning di kelas telah membawa angin segar, menjadikan siswa lebih aktif, serta membuka ruang pembelajaran yang lebih bermakna.