Fransika Rafika Da Neru, S.Pd, seorang guru di SD Inpres Bidara, membagikan pengalamannya setelah mengikuti berbagai diklat yang berkaitan dengan strategi pembelajaran. Menurutnya, kesempatan ini sangat berharga karena memberikan pemahaman baru mengenai cara membelajarkan peserta didik secara lebih efektif dan menyenangkan.
Fransika menuturkan bahwa setiap siswa memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terlebih di sekolahnya jumlah siswa tergolong sedikit, namun justru memiliki tingkat pemahaman yang beragam. Kondisi tersebut membuat guru harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap inklusif, sehingga semua siswa bisa terlibat aktif dalam proses belajar.
Dengan mengikuti berbagai pelatihan, ia semakin memahami bahwa pembelajaran tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang mendalam. Ia belajar bagaimana menyusun strategi, mengatur langkah pembelajaran, serta memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan menemukan jawaban sendiri. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah menyerap ilmu yang diberikan.
Menurut Fransika, salah satu hal penting yang ia pelajari adalah bagaimana membangun interaksi yang baik antara guru dan siswa. Interaksi yang positif akan menumbuhkan rasa percaya diri siswa serta meningkatkan motivasi belajar mereka. Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing siswa menemukan makna dari materi pelajaran.
Hasilnya cukup menggembirakan. Peserta didik di kelasnya menunjukkan perkembangan yang nyata, terutama dalam hal pemahaman terhadap materi. Meskipun jumlah siswa sedikit dan tingkat pemahaman berbeda-beda, pendekatan yang tepat membuat mereka lebih fokus dan termotivasi. Siswa yang sebelumnya pasif mulai berani mengemukakan pendapat, sementara yang sudah lebih maju dapat membantu teman lainnya dalam belajar bersama.
Bagi Fransika, pengalaman ini memberikan keyakinan bahwa setiap guru perlu terus belajar dan memperkaya diri dengan pengetahuan baru. Melalui berbagai diklat, ia merasa lebih siap menghadapi tantangan di kelas dan mampu memberikan pembelajaran yang tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan berpikir siswa.
Testimoni ini menjadi cerminan nyata bahwa pembelajaran yang dirancang dengan baik mampu meningkatkan pemahaman peserta didik, sekalipun jumlah mereka terbatas dan memiliki tingkat pemahaman yang berbeda. Fransika percaya bahwa dengan semangat belajar yang berkelanjutan, guru akan mampu membawa perubahan positif bagi siswa dan dunia pendidikan.