Mendorong Siswa Bernalar Kritis Melalui Deep Learning

Marta Paji Jera, S.Pd., seorang guru di SD Negeri Laikambela, berbagi pengalamannya mengenai pentingnya menerapkan pembelajaran berbasis deep learning di sekolah. Dari sudut pandang seorang pendidik yang peduli terhadap perkembangan siswanya, beliau menekankan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga harus membekali siswa dengan kemampuan bernalar kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan sehari-hari.

Menurut Marta, pembelajaran berbasis deep learning memberi peluang besar bagi siswa untuk belajar lebih bermakna. Anak-anak tidak hanya dihadapkan pada hafalan atau rutinitas belajar yang monoton, tetapi didorong untuk memahami, menganalisis, dan menemukan solusi dari masalah nyata. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan, sementara siswa menjadi subjek aktif dalam pencarian ilmu.

Dalam proses pembelajaran di kelas, Marta mengupayakan agar siswa terbiasa berpikir kritis. Salah satunya adalah dengan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan menelusuri jawaban dari berbagai sumber. Ia percaya, kemampuan bernalar kritis akan membantu siswa tidak hanya dalam mata pelajaran di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ketika mereka dihadapkan pada masalah nyata yang membutuhkan pemecahan.

Marta menyadari bahwa keberhasilan deep learning terletak pada perencanaan pembelajaran yang matang. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk merancang aktivitas yang menantang dan relevan dengan kehidupan siswa. Misalnya, siswa diajak mencari informasi tentang fenomena di lingkungan sekitar, mengidentifikasi permasalahan, lalu bersama-sama mencari solusi. Aktivitas semacam ini tidak hanya melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas siswa.

Selain itu, penerapan deep learning juga menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Marta melihat bahwa anak-anak perlu dibekali dengan cara belajar yang lebih mendalam agar tidak sekadar tahu, tetapi juga paham dan mampu menerapkan pengetahuan mereka di berbagai konteks.

Kesimpulannya, pengalaman Marta Paji Jera, S.Pd. di SD Negeri Laikambela menunjukkan bahwa deep learning mampu membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. Dengan upaya sungguh-sungguh untuk melatih siswa bernalar kritis dan merancang aktivitas pembelajaran yang relevan, guru dapat menciptakan suasana belajar yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat jangka panjang. Melalui langkah-langkah ini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang kuat.

Previous Article

Meningkatkan Pemahaman Siswa melalui Deep Learning

Next Article

Langkah Awal Menuju Pembelajaran Coding di SD Negeri Sumurrejo 01

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨