Khairul Anam, S.Pd., guru dari MTsN 3 Buton Tengah, membagikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan diklat yang berfokus pada pengembangan pembelajaran. Menurut beliau, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai cara mengelola proses belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi siswa.
Selama mengikuti diklat, berbagai materi tentang strategi pengembangan pembelajaran telah dipaparkan dengan sistematis. Setiap konsep disampaikan dengan jelas sehingga dapat dipahami dengan baik oleh peserta. Melalui penjelasan itu, Khairul Anam merasa lebih percaya diri untuk menerapkan metode yang beragam di kelas. Ia menegaskan bahwa guru harus selalu berinovasi agar pembelajaran tidak monoton dan siswa dapat lebih termotivasi.
Manfaat yang dirasakan dari kegiatan ini cukup besar. Wawasan para guru diperluas, terutama dalam memahami peran mereka sebagai fasilitator. Proses belajar tidak boleh lagi hanya berpusat pada guru, melainkan diarahkan agar siswa bisa aktif mencari dan menemukan pengetahuan. Dengan cara ini, suasana kelas akan lebih hidup dan pengalaman belajar yang dialami siswa menjadi lebih mendalam.
Di sisi lain, tantangan juga tetap ada. Tidak semua strategi pengembangan pembelajaran bisa diterapkan secara langsung karena adanya keterbatasan kondisi di lapangan. Akan tetapi, Khairul Anam menilai bahwa keterbatasan itu tidak boleh menjadi penghalang. Guru tetap bisa memodifikasi strategi sesuai dengan kebutuhan siswa dan situasi sekolah. Dengan pendekatan tersebut, hambatan yang ada dapat diatasi, dan pembelajaran tetap berjalan efektif.
Pengalaman ini telah membuka sudut pandang baru. Guru diajak untuk lebih reflektif dalam merancang pembelajaran, tidak hanya menekankan pada pencapaian materi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat memahami, mengolah, dan mengaplikasikan pengetahuan. Metode diskusi, kerja kelompok, hingga pembelajaran berbasis proyek dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
Khairul Anam meyakini bahwa hasil dari diklat ini akan membawa dampak positif jika diterapkan secara konsisten. Dengan semangat untuk terus belajar dan berinovasi, ia optimis bahwa pembelajaran di kelas dapat lebih berkembang. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Testimoni ini menjadi bukti bahwa pengembangan pembelajaran melalui pelatihan mampu memberikan kontribusi besar bagi guru. Khairul Anam merasa bahwa wawasannya kini lebih terbuka, dan ia siap untuk mengimplementasikan strategi baru yang dapat membuat pembelajaran lebih efektif, menyenangkan, serta bermanfaat bagi peserta didik.