Pendidikan di era modern tidak lagi cukup hanya menekankan pada hafalan dan capaian akademik semata. Siswa membutuhkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, serta mampu membentuk keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Hal inilah yang ditekankan dalam Diklat Nasional 40JP bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”, yang diikuti oleh Uky Mareta Yudistyanto, S.Pd, guru SDN Ngale 2 Paron.
Deep Learning sebagai Wawasan Baru
Meskipun Bu Uky belum menerapkan sepenuhnya, ia telah mendapatkan wawasan penting mengenai konsep deep learning. Pendekatan ini menekankan bahwa siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Pembelajaran mendalam mendorong siswa untuk lebih aktif, berpartisipasi, serta menemukan makna dalam setiap proses belajar.
Bagi Bu Uky, pemahaman baru ini menjadi bekal berharga untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era sekarang.
Tantangan Sarana dan Prasarana
Salah satu tantangan utama dalam penerapan deep learning adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Fasilitas yang belum memadai sering kali membuat guru kesulitan menghadirkan media belajar yang menarik dan variatif. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat. Justru keterbatasan menjadi peluang untuk berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya sederhana yang ada di sekitar sekolah.
Dengan kreativitas guru, deep learning tetap bisa berjalan meski tanpa dukungan fasilitas lengkap. Yang terpenting adalah bagaimana guru menghadirkan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan bagi siswa.
Menuju Pembelajaran yang Lebih Baik
Setelah mengikuti diklat, Bu Uky merasa lebih optimis bahwa pembelajaran bisa menjadi lebih baik. Wawasan baru tentang deep learning membantunya melihat pembelajaran dari perspektif berbeda: bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, melainkan menumbuhkan pemahaman dan keterampilan hidup siswa.
Perubahan pola pikir ini sangat penting, karena menjadi langkah awal menuju kelas yang lebih bermakna, aktif, dan berpusat pada siswa. Dengan semangat berinovasi, kendala sarana prasarana bukan lagi penghalang, melainkan tantangan yang bisa diatasi bersama.
Penutup
Pengalaman Bu Uky menunjukkan bahwa setiap guru dapat membawa perubahan positif dalam pembelajaran. Meski belum diterapkan sepenuhnya, pemahaman tentang deep learning sudah menjadi modal penting untuk menghadirkan kelas yang lebih baik. Dengan tekad kuat dan semangat inovasi, pembelajaran di SDN Ngale 2 Paron akan terus berkembang menuju arah yang lebih menyenangkan, mendalam, dan bermakna.