Pentingnya Refleksi Diri dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Saya, Tyas Ristanti, ST, guru di TKIT Harum Surabaya, merasa sangat beruntung dapat mengikuti Diklat Nasional 40JP: “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Kegiatan ini memberikan pengalaman baru dan pemahaman mendalam tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, khususnya bagi anak-anak usia dini.

Pembelajaran Refleksi dan Kehidupan Nyata

Materi yang paling berkesan bagi saya adalah tentang penerapan refleksi diri dan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Anak-anak bukan hanya diajak menghafal atau mengulang pelajaran, tetapi diarahkan untuk memahami apa yang mereka lakukan, merasakan pengalaman belajar, lalu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Bagi siswa TK, pendekatan ini sangat penting agar mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga menginternalisasi nilai dan pengalaman yang nyata.

Tantangan dalam Penerapan

Namun, saya menyadari masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah membuat bahan ajar yang menarik sesuai usia dan kebutuhan anak didik. Anak-anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi juga cepat bosan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk lebih kreatif merancang media pembelajaran yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Saat ini, saya memang belum sepenuhnya menerapkan strategi yang dipelajari dalam diklat, tetapi saya bertekad untuk mulai mencobanya secara bertahap.

Harapan dan Manfaat

Walaupun belum diterapkan langsung, saya merasa bekal dari diklat ini sangat bermanfaat. Saya kini lebih memahami pentingnya pembelajaran yang berbasis refleksi dan praktik nyata. Jika dilakukan dengan konsisten, saya yakin anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran, lebih percaya diri, serta terbiasa berpikir kritis sejak dini.

Penutup

Secara keseluruhan, pengalaman mengikuti Diklat Nasional 40JP ini memberikan motivasi besar bagi saya untuk terus berinovasi dalam mengajar. Saya percaya bahwa dengan kreativitas dan ketekunan, pembelajaran deep learning dapat diterapkan di tingkat anak usia dini. Semoga ke depan saya bisa segera mempraktikkan strategi ini agar suasana belajar di TKIT Harum Surabaya semakin menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.

Previous Article

Menggembirakan Proses Belajar dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Next Article

Meningkatkan Semangat Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Mendalam

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨