Saya, Sherin Widianawati, S.Pd, guru di SMPN 16 Kota Cirebon, merasa sangat beruntung dapat mengikuti Diklat Nasional 40JP: “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru, terutama dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis student center yang sejak awal saya terapkan dalam mengajar.
Student Center Learning dan Peran Guru
Sejak pertama kali mengajar, saya sudah mencoba menerapkan pendekatan student center, di mana pembelajaran berpusat pada murid, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Dengan pendekatan ini, siswa diberi kesempatan lebih luas untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan pemahaman mereka sendiri. Hasilnya, siswa menjadi lebih terlibat dalam proses belajar dan mampu membangun keterampilan berpikir kritis.
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran
Salah satu materi yang sangat berkesan dalam diklat adalah tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini membuka peluang besar bagi guru dalam merancang pembelajaran. Dengan AI, saya merasakan kemudahan dalam membuat bahan ajar, mulai dari penyusunan soal, materi interaktif, hingga media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membuat proses belajar lebih bervariasi dan menarik.
Tantangan dalam Penerapan
Namun, tentu saja ada tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah sinyal dan ketersediaan device pada setiap siswa. Tidak semua peserta didik memiliki perangkat atau akses internet yang memadai. Kondisi ini membuat pemanfaatan AI dalam pembelajaran belum bisa berjalan maksimal untuk semua siswa. Meski demikian, saya berusaha menyesuaikan dengan memadukan metode konvensional agar tidak ada siswa yang tertinggal.
Dampak Positif dan Harapan
Meskipun ada kendala, saya merasakan perubahan positif setelah mengikuti diklat ini. Saya semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung student center learning. Dengan AI, pembelajaran menjadi lebih mudah diakses, bahan ajar lebih cepat dibuat, dan siswa lebih tertarik mengikuti kegiatan belajar.
Saya berharap ke depannya dukungan fasilitas dan akses teknologi di sekolah bisa semakin merata. Dengan begitu, penerapan deep learning yang berbasis student center dan pemanfaatan AI dapat benar-benar menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan bermakna.