Mengikuti Diklat Nasional 40 JP bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning” menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, Srilismi Octavia Utami, S.Pd., guru RA Al Hidayah Kasui. Setelah mengikuti diklat ini, saya mulai mencoba menerapkan salah satu strategi yang diperkenalkan, yaitu Project-Based Learning (PJBL), dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dalam penerapannya, saya memadukan konsep PJBL dengan materi sekolah yang dikaitkan dengan kehidupan di desa, serta memanfaatkan fasilitas digital yang tersedia. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa lebih nyata dan relevan bagi mereka.
Meskipun sudah dicoba, saya menyadari bahwa proses ini masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketika anak-anak RA melakukan diskusi kelompok. Mereka masih membutuhkan bimbingan intensif agar mampu bekerja sama dengan baik, saling mendengar, dan mengutarakan pendapat. Tantangan ini wajar, mengingat usia anak-anak yang masih sangat dini dan belum terbiasa dengan pola diskusi yang terstruktur.
Namun, saya melihat adanya perkembangan positif. Anak-anak mulai sedikit lebih paham terhadap materi yang diberikan, terutama ketika mereka terlibat langsung dalam proyek dan kegiatan yang melibatkan pengalaman nyata. Mereka menjadi lebih antusias, meskipun terkadang perhatian mereka masih mudah teralihkan.
Dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif anak, tetapi juga melatih keterampilan sosial, kreativitas, dan rasa percaya diri mereka. Dengan bimbingan yang konsisten, saya optimis anak-anak RA Al Hidayah Kasui akan mampu beradaptasi dengan model pembelajaran ini secara lebih baik.
Kesimpulannya, strategi pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis Deep Learning sangat penting untuk diterapkan sejak usia dini. PJBL adalah salah satu metode yang sesuai dengan konsep tersebut, karena mampu mengajak anak belajar melalui pengalaman langsung. Saya akan terus berupaya mengembangkan metode ini agar proses pembelajaran semakin efektif, menyenangkan, dan bermakna.