Les Membaca: Dari Rasa Malu Jadi Semangat Baru

Ikoh Paikoh, S.Pd.I, guru di MTs Elsyarief, memiliki pengalaman menarik saat memberikan les khusus untuk anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis. Materi ini menjadi salah satu bagian yang paling berkesan baginya karena menyentuh langsung kebutuhan mendasar siswa.

Tantangan terbesar muncul ketika anak-anak merasa malu di awal mengikuti les. Mereka sering kali minder karena merasa berbeda dengan teman-temannya. Namun, dengan pendekatan sabar dan penuh dorongan, Ikoh berhasil membuat anak-anak lebih nyaman. Perlahan-lahan, rasa malu itu berubah menjadi kebiasaan positif.

Setelah beberapa waktu, hasilnya mulai terlihat. Anak-anak yang awalnya enggan kini semakin bersemangat mengikuti les. Mereka bahkan menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam kemampuan membaca dan menulis.

Bagi Ikoh, pengalaman ini menjadi bukti bahwa perubahan dalam pembelajaran memang butuh waktu dan kesabaran. Namun ketika siswa sudah merasa percaya diri, semangat belajar mereka tumbuh dengan sendirinya.

Author: Yasmin Sindoro Salsabila

Previous Article

Membedakan Belajar Dangkal dan Mendalam, Menggali Semangat Baru

Next Article

Strategi Mengajar Kreatif di Tengah Keterbatasan

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨