Rojahatin, M.Pd.I dari MAS 1 Putri Annuqayah Guluk-guluk Sumenep berbagi pengalaman berharga tentang bagaimana strategi pembelajaran bisa tetap berjalan meski terkendala minimnya alat peraga. Menurut beliau, tantangan ini justru menjadi ruang untuk lebih kreatif dalam menyusun metode belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.
Belajar dengan keterbatasan fasilitas memang tidak mudah. Sering kali guru merasa terhambat dalam menyampaikan materi, apalagi ketika topik membutuhkan visualisasi atau praktik langsung. Namun, Rojahatin menekankan bahwa strategi yang tepat bisa menutupi kekurangan tersebut. Beliau mulai memanfaatkan benda-benda sederhana di sekitar, serta mengajak siswa untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.
Dengan metode ini, siswa bukan hanya memahami materi, tetapi juga belajar berpikir kritis dan kreatif. Rojahatin menyadari bahwa tidak semua inovasi harus mahal atau canggih. Justru dengan menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata, siswa bisa lebih mudah mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Setelah mengikuti pelatihan, beliau semakin kaya wawasan tentang strategi pembelajaran baru. Dari teori hingga praktik, semua menambah semangat untuk terus berinovasi. Menurutnya, ilmu yang didapat sangat bermanfaat untuk memperluas perspektif mengajar. Kini, ia lebih percaya diri dalam menghadapi kelas meski tanpa fasilitas lengkap.
Rojahatin percaya bahwa tantangan dalam pendidikan bukanlah penghalang, melainkan pintu untuk melahirkan ide-ide segar. Dengan strategi yang tepat, pembelajaran bisa tetap bermakna meski sederhana.
Author: Yasmin Sindoro Salsabila