KKN UAD Bersama Posyandu Kanthil: Wujudkan Keluarga Sehat Melalui Rumah Sehat dan Kebun Gizi TOGA di Ngalang

Gunungkidul – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-138 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Posyandu Kanthil Dusun Ngalang, Kelurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Mengusung program “Rumah Sehat dan Kebun Gizi Taman Obat Keluarga (TOGA)”, kegiatan ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Selain itu, program ini berfokus pada optimalisasi lingkungan sehat keluarga, serta penguatan ketahanan pangan lokal melalui penanaman bibit tumbuhan sumber gizi.

Sosialisasi program digelar pada 4-5 Februari 2025, bersamaan dengan pelaksanaan Posyandu Nyawiji yang meliputi layanan balita, remaja, dan lansia. Edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sehat dari rumah menjadi fokus utama. Bidan Puskesmas Gedangsari 1, kader Posyandu, dan orang tua wali Posyandu turut serta dalam kegiatan ini.
Pada 9 Februari 2025, kerja bakti di lokasi kebun gizi TOGA, gang Guyub RT 01/RW 10 Dusun Ngalang, membersihkan tiga sampel Rumah Sehat, penyiangan rumput liar, dan penyiapan lahan kebun untuk penanaman.

Pengembangan TOGA dan tanaman pendukung gizi, seperti buah dan sayur dalam pot atau polybag, dilaksanakan pada 16 Februari 2025. Sebanyak 35 bibit tanaman dibagikan dan ditanam bersama warga, khususnya orang tua wali Posyandu Kanthil.
Penilaian indikator sampel Rumah Sehat dan kebun gizi TOGA dijadwalkan pada 24 Februari 2025, pukul 10.00 WIB. Penilaian ini bertujuan mengukur pencapaian tahapan menuju Rumah Sehat dan kebun gizi TOGA yang ideal.

Program sosialisasi di Posyandu melibatkan mahasiswa KKN dari Program Studi Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, dan Psikologi. Serta sebagai penunjang inisiatif tersebut, kunjungan ke lansia renta yang berhalangan hadir di Posyandu turut dilakukan.

Betty, Ketua PKK Dusun ngalang sampaikan keinginan untuk turut mengembangkan potensi warga agar dapat hidup sehat.

“Kami ingin membantu mengembangkan potensi warga untuk hidup sehat dan memiliki tempat tinggal yang bebas penyakit. Program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pola hidup sehat warga Dusun Ngalang, bebas nyamuk dan stunting, serta mencetak generasi sehat,” ujar Betty Rulia Candrasari.

Sosialisasi dilakukan melalui pembukaan, pengarahan, edukasi dengan presentasi dan cerita, serta diskusi. Kerja bakti melibatkan warga membersihkan kebun dan memupuk tanah. Pengadaan bibit tanaman meliputi pemilahan bibit berdasarkan jenis dan manfaat, pemindahan bibit ke kebun atau pot/polibag, dan pemberian pupuk fermentasi.

“Kami, mahasiswa KKN dan kader Posyandu, berupaya meningkatkan kuantitas sampel Rumah Sehat dan mengembangkan ketahanan pangan lokal sebagai potensi gizi tambahan pencegah stunting, serta menargetkan 10 sampel Rumah Sehat lagi setelah dilakukan penilaian indikator tiga sampel yang ada,” tambah Risquna Wahyu Pamungkas, Ketua Unit KKN UAD Dusun Ngalang.

Warga berharap adanya kebun gizi TOGA ini dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan tanaman obat dan sayur segar.

“Dengan adanya kebun gizi TOGA ini, kami jadi lebih mudah mendapatkan tanaman obat dan sayuran segar,” tutur Ibu Ratih, warga Dusun Ngalang.

Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan warga, serta menjadi model pengembangan program serupa di daerah lain.

Penulis: Fathur Ramadhani Hidayah

Previous Article

SaPa Bu Eco: Inovasi SD Negeri Selang dalam Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bangku Literasi

Next Article

Wujudkan Ide Brilianmu di Sapanesia.id: Panduan Menulis untuk Kontributor

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨