Membuat Siswa Aktif dengan Integrasi Pembelajaran Kurikulum 2025/2026

Nuraeni Sesfao, S.Pd.I, seorang guru di MIS Miftahuddin Oeekam, baru-baru ini menerapkan integrasi pembelajaran sesuai Kurikulum 2025/2026 dalam proses mengajar di kelasnya. Pengalaman ini menjadi langkah penting bagi Nuraeni untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, menarik, dan interaktif bagi siswa.

Selama pelaksanaan pembelajaran, Nuraeni mengamati bahwa siswa sangat tertarik dan menyukai materi yang disampaikan. Dengan mengintegrasikan berbagai konsep sesuai kurikulum terbaru, ia berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi, berdiskusi, dan mengekspresikan pemahaman mereka secara lebih bebas, sehingga proses belajar tidak lagi monoton.

Integrasi pembelajaran yang diterapkan Nuraeni menekankan hubungan antara materi akademik dan pengalaman nyata siswa. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks yang lebih luas. Hal ini membuat siswa merasa materi yang dipelajari relevan dan bermanfaat, sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar. Keaktifan siswa di kelas menjadi salah satu indikator keberhasilan strategi ini.

Selain itu, Nuraeni memanfaatkan metode pengajaran yang bervariasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Aktivitas diskusi kelompok, kuis interaktif, dan proyek kreatif menjadi bagian dari strategi yang diterapkannya. Metode-metode ini memungkinkan siswa belajar sambil berkolaborasi dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Nuraeni menekankan bahwa tujuan utama integrasi pembelajaran adalah menciptakan kelas yang berpusat pada siswa, di mana mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif menemukan pengetahuan dan solusi atas berbagai masalah.

Pengalaman ini juga memberikan pemahaman baru bagi Nuraeni tentang pentingnya adaptasi guru terhadap kurikulum terbaru. Ia menyadari bahwa integrasi pembelajaran bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga merancang proses belajar yang menarik, relevan, dan interaktif. Hal ini menuntut guru untuk kreatif dalam menyusun strategi pengajaran, menyesuaikan dengan karakteristik siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan kompetensi akademik dan keterampilan sosial.

Secara keseluruhan, pengalaman Nuraeni Sesfao menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran sesuai Kurikulum 2025/2026 dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa secara signifikan. Dengan strategi pengajaran yang tepat, siswa merasa lebih terlibat, antusias, dan mampu memahami materi dengan lebih mendalam. Nuraeni merasa puas dengan hasil yang dicapai, karena siswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga belajar berpikir kritis, berkolaborasi, dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan kelas.

Pelajaran yang diperoleh Nuraeni dari pengalaman ini menegaskan bahwa guru yang mampu mengintegrasikan kurikulum secara kreatif dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan transformatif. Dengan pendekatan ini, proses belajar-mengajar menjadi lebih bermakna bagi setiap siswa, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Previous Article

Menggali Strategi Baru dalam Pengelolaan Kelas

Next Article

Memahami Kebutuhan Siswa Melalui Pendekatan Mendalam

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨