Dalam sebuah Diklat Nasional yang bertajuk “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”, Moh. Kuddus, S.Pd.I, seorang guru dari UPTD SDN Tellok 3, berbagi pengalaman transformasinya dalam dunia pendidikan. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam yang ia terapkan, Kuddus mampu mengaitkan materi ajar dengan kehidupan nyata siswa, yang mendorong mereka untuk berpikir kritis.
Kuddus menjelaskan bahwa salah satu kunci sukses dalam menerapkan deep learning adalah integrasi lintas mata pelajaran. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar dari satu sudut pandang, tetapi mendapatkan pemahaman yang lebih utuh dan relevan. Metode ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan menghidupkan suasana kelas. Misalnya, saat membahas topik lingkungan, Kuddus mengaitkannya dengan pelajaran ilmu pengetahuan, matematika, dan bahkan seni. Hal ini membuat siswa lebih bersemangat dan aktif dalam proses belajar.
Salah satu tantangan yang dihadapi Kuddus adalah saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mendalam. Namun, dengan berdiskusi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan guru lainnya, ia menemukan cara untuk menyusun RPP yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga menarik. Kuddus merasa bahwa koordinasi dengan guru lain sangat membantu dalam merumuskan strategi pengajaran yang lebih efektif. Dengan kolaborasi ini, mereka dapat saling berbagi ide dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Hasil dari penerapan metode ini sangat menggembirakan. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan yang signifikan dalam kelas. Mereka tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif bertanya, berdiskusi, dan bekerja sama dalam proyek kelompok. Pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih bermakna karena siswa dapat melihat relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari mereka. Kuddus merasakan kepuasan yang mendalam ketika melihat siswanya berinovasi dan berpikir kritis.
Dengan pendekatan deep learning yang diterapkan, Kuddus merasa lebih terarah dalam menyusun strategi mengajar. Ia tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mendukung siswa dalam menemukan pengetahuan dan keterampilan mereka sendiri. Kuddus berharap pengalaman ini dapat menginspirasi guru-guru lain untuk menerapkan metode serupa, sehingga dunia pendidikan dapat berkembang menjadi lebih dinamis dan menyenangkan. Melalui pengalamannya, Kuddus membuktikan bahwa pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna dapat dicapai dengan pendekatan yang tepat.