Rahmat Hidayat, seorang guru di MTSS Al Ikhlas Ujung Bone, baru-baru ini mengikuti Diklat Nasional 40JP yang bertajuk “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”. Meski awalnya ia merasa ragu dan tidak memiliki pengalaman dalam menerapkan konsep deep learning, diklat ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga bagi perjalanan karirnya sebagai pendidik.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Rahmat menyadari pentingnya mengadaptasi metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dalam sesi pertama, ia tertarik dengan penjelasan mengenai delapan dimensi profil kelulusan yang diuraikan oleh para narasumber. Meskipun sebelumnya ia tidak familiar dengan konsep ini, kini ia memahami betapa pentingnya untuk mengintegrasikan dimensi-dimensi tersebut ke dalam rencana pembelajaran sehari-hari.
Selama diklat berlangsung, Rahmat merasakan perubahan cara berpikir yang signifikan. Ia terinspirasi oleh berbagai strategi yang diajarkan untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga menarik bagi siswa. Dengan pendekatan deep learning, ia belajar bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini menjadi pencerahan bagi Rahmat, yang selama ini mengandalkan metode pembelajaran konvensional.
Rahmat juga mengapresiasi metode pembelajaran kolaboratif yang diperkenalkan dalam diklat. Diskusi kelompok dan praktik langsung memberi kesempatan baginya untuk berbagi pengalaman dengan guru-guru lain dari berbagai daerah. Interaksi ini tidak hanya memperluas jejaringnya, tetapi juga memberi banyak ide baru yang bisa ia terapkan di kelas. Ia merasa lebih percaya diri untuk mencoba teknik baru ini, meskipun awalnya ada rasa takut akan ketidakpastian.
Dari keikutsertaannya dalam diklat ini, Rahmat menyadari bahwa tantangan terbesar seorang guru adalah mampu beradaptasi dan terus belajar. Ia berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam pengajaran sehari-hari, serta berusaha mengintegrasikan delapan dimensi profil kelulusan dalam setiap pelajaran. Rahmat merasa optimis bahwa langkah ini akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi dirinya sebagai pendidik.
Secara keseluruhan, pengalaman Rahmat di Diklat Nasional 40JP telah mengubah pandangannya tentang mengajar. Ia kini tidak hanya ingin menjadi seorang guru yang mengajar, tetapi juga seorang fasilitator pembelajaran yang memotivasi siswa untuk belajar dengan cara yang menyenangkan dan mendalam. Rahmat Hidayat siap untuk menerapkan strategi baru ini dan berharap dapat melihat perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran di kelasnya.