Suprihatin Ningrum, S.Pd, guru di MTs.S Miftahul Falah Rembang, berbagi pengalamannya mengenai penerapan pembelajaran mendalam dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Menurut Suprihatin, konsep pembelajaran mendalam memberikan kerangka yang jelas tentang bagaimana siswa dapat memahami materi secara lebih menyeluruh, bukan sekadar menghafal informasi. Hal ini menjadi sangat penting untuk membantu anak-anak menangkap inti pelajaran dan menerapkannya dalam konteks nyata.
Sebelum menerapkan metode ini, Suprihatin menghadapi kendala berupa sejumlah siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menangkap konsep secara utuh dan seringkali hanya mengikuti pembelajaran secara pasif. Menyadari hal ini, Suprihatin bertekad untuk mencoba pendekatan pembelajaran mendalam agar siswa dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan bermakna.
Dalam proses penerapan, Suprihatin menggunakan berbagai strategi yang menekankan pemahaman konsep dan keterlibatan aktif siswa. Misalnya, ia mendorong siswa untuk berdiskusi, bertanya, dan memecahkan masalah yang relevan dengan materi yang dipelajari. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi ide, mengaitkan konsep dengan pengalaman sehari-hari, dan membangun pemahaman yang lebih kokoh. “Pembelajaran mendalam membuat siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berpikir kritis dan mencoba memahami makna di balik materi,” ujarnya.
Hasil dari penerapan metode ini cukup menggembirakan. Setelah beberapa kali dicoba, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi. Mereka lebih aktif bertanya, mampu menjawab pertanyaan dengan lebih tepat, dan mulai menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata. Perubahan ini membuat Suprihatin merasa senang dan termotivasi untuk terus menyempurnakan metode pembelajaran yang diterapkannya.
Pengalaman Suprihatin Ningrum juga memberikan wawasan baru mengenai pentingnya guru beradaptasi dengan kebutuhan siswa. Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan belajar yang berbeda, sehingga guru harus kreatif dalam merancang strategi yang efektif. Pembelajaran mendalam terbukti menjadi alat yang tepat untuk mengatasi kesulitan pemahaman siswa, sekaligus membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Secara keseluruhan, pengalaman Suprihatin menegaskan bahwa penerapan pembelajaran mendalam mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Anak-anak menjadi lebih paham terhadap materi, lebih aktif dalam proses belajar, dan mampu berpikir lebih kritis. Suprihatin berharap pengalaman ini dapat menginspirasi guru lain untuk menerapkan strategi serupa, sehingga kualitas pembelajaran di MTs.S Miftahul Falah Rembang dan sekolah lainnya dapat terus meningkat.