Wahyu Kusuma Bayu Aji, seorang guru di SMK Negeri 1 Magetan, baru-baru ini mengikuti Diklat Nasional 40JP yang bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”. Sebagai pendidik yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, Wahyu menyambut baik kesempatan ini. Dalam perspektifnya, diklat ini menjadi momen penting untuk mengembangkan wawasan dan strategi dalam menghadapi keragaman karakter siswa.
Selama mengikuti diklat, Wahyu merasa terinspirasi oleh berbagai metode yang diajarkan. Ia mengamati bahwa pendekatan deep learning tidak hanya mendorong pemahaman yang mendalam, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Dengan mengadopsi strategi ini, Wahyu percaya dapat memfasilitasi siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. “Siswa tidak hanya belajar untuk lulus, tetapi mereka juga belajar untuk memahami dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Salah satu hal yang paling berharga bagi Wahyu dalam diklat ini adalah pembahasan mengenai delapan profil lulusan yang diharapkan dapat terbentuk. Ia menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakteristik unik, dan penting bagi guru untuk merangkul keanekaragaman ini. “Dengan memahami karakter siswa, kita bisa merancang pembelajaran yang lebih sesuai dan relevan dengan kebutuhan mereka,” tambahnya. Diskusi tentang cara mengintegrasikan profil lulusan dalam pembelajaran sehari-hari menjadi salah satu highlight bagi Wahyu.
Selain itu, Wahyu juga mengapresiasi kesempatan untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan guru dari berbagai daerah. Melalui interaksi ini, ia mendapatkan berbagai perspektif dan pengalaman yang z kenal dari daerah lain. Hal ini memperkaya pemahamannya tentang tantangan dan solusi yang dihadapi dalam proses pendidikan di Indonesia.
Setelah mengikuti diklat, Wahyu merasa lebih siap untuk menerapkan berbagai strategi yang telah dipelajarinya di kelas. Ia berkomitmen untuk menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan, serta mengutamakan kedalaman pemahaman siswa. “Saya yakin, dengan menerapkan strategi ini, kita bisa menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan inovatif,” tuturnya penuh semangat.
Secara keseluruhan, Wahyu Kusuma Bayu Aji menganggap Diklat Nasional 40JP sebagai investasi berharga bagi profesinya sebagai pendidik. Ia berharap, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswanya di SMK Negeri 1 Magetan dan menjadi langkah awal menuju pendidikan yang lebih berkualitas.