Dari Daring ke Kelas: Inspirasi Mengajar Rahmi Yulya

Rahmi Yulya Afda, S.Pd, seorang guru di UPT SDN 20 Pulau Punjung, baru-baru ini mengikuti Diklat Nasional 40JP dengan tema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Dalam pandangannya, diklat ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dan memberikan wawasan baru dalam dunia pendidikan.

Diklat yang diselenggarakan secara daring ini dihadiri oleh para pendidik dari berbagai daerah, dan Rahmi merasa terinspirasi oleh semangat kolektif para peserta yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran. Meskipun UPT SDN 20 Pulau Punjung memiliki keterbatasan prasarana, Rahmi percaya bahwa dengan metode pembelajaran yang tepat, hambatan tersebut dapat diatasi. Ia menyadari pentingnya menerapkan konsep deep learning, yang tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga pada pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Selama diklat, Rahmi diperkenalkan dengan berbagai strategi efektif yang dapat diterapkan dalam merancang pembelajaran yang lebih menyenangkan. Salah satu materi yang menarik perhatian Rahmi adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Ia merasa bahwa metode ini dapat mengurangi rasa bosan siswa dan meningkatkan partisipasi aktif mereka. “Dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok atau proyek, mereka tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari teman-temannya,” ujarnya.

Rahmi juga mengapresiasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran yang disampaikan selama diklat. Meskipun keterbatasan prasarana menjadi tantangan, Rahmi melihat potensi besar dalam memanfaatkan alat-alat digital yang sederhana, seperti aplikasi pembelajaran dan media sosial, untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Ia bertekad untuk mengintegrasikan teknologi dalam rencana pembelajaran, sehingga siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik.

Setelah mengikuti diklat ini, Rahmi merasa lebih percaya diri untuk menerapkan strategi-strategi yang telah dipelajari di kelasnya. Ia yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat dan semangat kolaboratif, proses belajar mengajar (PBM) di UPT SDN 20 Pulau Punjung dapat menjadi lebih baik. “Saya berharap dapat melihat perubahan positif dalam proses pembelajaran siswa dan meningkatkan hasil belajar mereka,” tutupnya dengan penuh harapan.

Diklat Nasional 40JP ini telah menjadi titik tolak bagi Rahmi untuk terus berinovasi dalam mengajar dan memberikan yang terbaik bagi siswa-siswanya.

Previous Article

Dari Diklat ke Kelas: Aktivitas Inklusif dan Efektif

Next Article

Inovasi Mengajar ala Lilik Fauziyah

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨