Sitti Nursiah, S.Ag.Gr, guru di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah, membagikan pengalaman mengikuti Diklat Nasional 40JP bertajuk “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”. Ia sudah mulai menerapkan materi diklat, terutama terkait metode pengajaran Alif Lam Syamsiyah dan Qomariyah, untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.
Menurut Sitti, salah satu tantangan di kelasnya adalah menghadapi siswa yang ribut dan sulit fokus. Namun, penerapan strategi berbasis deep learning yang diperoleh dari diklat membantu meningkatkan keteraturan dan disiplin siswa. “Pelatihan ini membuat siswa lebih disiplin saat mengikuti proses pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih kondusif,” ujarnya.
Guru ini menekankan bahwa strategi diklat tidak hanya tentang metode mengajar, tetapi juga tentang pengelolaan kelas yang efektif. Dengan pendekatan yang tepat, guru dapat mengarahkan siswa agar lebih fokus, tetap antusias, dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Hal ini membuat proses belajar mengajar lebih interaktif dan menyenangkan.
Sitti juga menyebutkan bahwa penggunaan metode Alif Lam Syamsiyah dan Qomariyah membantu siswa memahami materi dengan lebih baik, sekaligus menumbuhkan disiplin dan rasa tanggung jawab. Meskipun masih ada tantangan berupa kebiasaan siswa yang sulit dikendalikan, strategi yang diterapkan menunjukkan perubahan positif dalam dinamika kelas.
Selain itu, guru ini menilai bahwa diklat memberikan wawasan baru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa. Strategi berbasis deep learning membantu guru menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan peserta didik, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal.
Dari pengalamannya, Sitti Nursiah menegaskan bahwa Diklat Nasional 40JP membekali guru dengan alat praktis untuk meningkatkan kualitas pengajaran, mengelola kelas dengan lebih efektif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan disiplin. Dengan penerapan strategi yang konsisten, siswa dapat lebih terlibat, memahami materi dengan baik, dan menunjukkan perilaku yang lebih tertib selama proses belajar.
Kesimpulannya, pengalaman Sitti menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning tidak hanya meningkatkan kualitas materi yang disampaikan, tetapi juga membantu guru mengelola kelas secara lebih disiplin dan produktif. Diklat ini menjadi sarana penting bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi setiap siswa.