Merepresentasikan Pembelajaran Mendalam di SMPN 13 Padang

Jusmawati, M.Pd., seorang pendidik di SMPN 13 Padang, telah mencoba menerapkan konsep pembelajaran mendalam dalam proses mengajarnya. Baginya, metode ini menghadirkan banyak sekali manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh dirinya sebagai guru, tetapi juga oleh siswa di kelas. Dengan pendekatan ini, ia mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih bermakna dan dapat direpresentasikan dengan baik kepada murid-muridnya.

Menurut Jusmawati, pembelajaran mendalam memberikan perspektif baru dalam cara menyampaikan materi. Jika sebelumnya pembelajaran lebih banyak terfokus pada hafalan dan capaian kognitif, maka kini ia dapat mengajak siswa untuk benar-benar memahami konsep yang dipelajari. Hal ini membuat siswa lebih aktif terlibat, tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga ikut dalam proses berpikir, berdiskusi, dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, tantangan tentu tetap ada. Salah satu hal yang cukup sering ditemui Jusmawati di kelas adalah murid yang mengantuk saat pembelajaran berlangsung. Kondisi ini tentu memengaruhi konsentrasi dan daya serap mereka terhadap materi. Ia menyadari bahwa mengantuk bukan sekadar masalah kecil, melainkan indikasi bahwa metode pengajaran perlu lebih variatif dan interaktif agar bisa menarik perhatian siswa. Tantangan ini justru mendorongnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan.

Meski begitu, Jusmawati melihat bahwa secara umum pembelajaran mendalam mampu merepresentasikan konsep dengan lebih jelas kepada siswa. Murid tidak hanya menerima materi secara pasif, melainkan ikut terlibat dalam proses menemukan makna. Mereka didorong untuk berpikir kritis, mengajukan pertanyaan, serta mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Bagi Jusmawati, inilah nilai utama dari pembelajaran mendalam—siswa tidak hanya mengerti “apa”, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana” suatu konsep berlaku.

Manfaat dari pengalaman ini juga dirasakan oleh Jusmawati sendiri. Ia merasa lebih percaya diri dalam mengajar dan semakin memahami bagaimana cara mengelola kelas yang efektif. Selain itu, ia menyadari pentingnya menjadi guru yang fleksibel, yang tidak terpaku pada satu metode saja, tetapi terbuka untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi siswa. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi terasa monoton, melainkan menjadi sebuah perjalanan yang penuh makna.

Testimoni Jusmawati memberikan gambaran nyata bahwa penerapan pembelajaran mendalam bukan hanya sekadar teori, tetapi benar-benar bisa diterapkan di ruang kelas. Walaupun tantangan seperti murid yang mengantuk masih ditemui, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus berusaha menghadirkan pengalaman belajar terbaik.

Dengan dedikasi seperti ini, Jusmawati berharap murid-murid di SMPN 13 Padang dapat tumbuh menjadi generasi yang aktif, kritis, dan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan. Baginya, pembelajaran mendalam adalah jalan untuk membentuk siswa yang tidak hanya pintar di atas kertas, tetapi juga cerdas dalam menghadapi kehidupan.

Previous Article

Pendekatan Holistik dalam Pembelajaran Mendalam di SMP Negeri 3 Nuhon

Next Article

Refleksi Diri sebagai Kunci Pembelajaran Bermakna di MTs N 1 Pringsewu

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨