Refleksi Diri sebagai Kunci Pembelajaran Bermakna di MTs N 1 Pringsewu

Diah Fitriana Irawati, S.Pd., seorang pendidik di MTs N 1 Pringsewu, telah mencoba menerapkan pembelajaran mendalam dalam kegiatan mengajarnya. Menurutnya, pengalaman ini tidak hanya memberi dampak pada siswa, tetapi juga membawanya pada peningkatan kemampuan refleksi diri sebagai seorang guru. Bagi Diah, refleksi bukan sekadar meninjau kembali apa yang sudah dilakukan, melainkan sebuah proses untuk terus memperbaiki strategi dan kualitas pembelajaran.

Dalam praktiknya, Diah melihat bahwa pembelajaran mendalam mendorong guru untuk lebih sadar akan perannya. Ia tidak lagi hanya berfungsi sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang menuntun siswa menemukan pengetahuan dan makna dari apa yang mereka pelajari. Dari pengalaman ini, ia menyadari betapa pentingnya refleksi diri dalam mengevaluasi apakah strategi yang diterapkan sudah tepat, apakah siswa benar-benar memahami materi, serta bagaimana cara memperbaiki kekurangan yang ada.

Hal yang membuat pengalaman Diah semakin berkesan adalah karena ia tidak menemukan hambatan berarti dalam penerapan pembelajaran mendalam. Menurutnya, proses ini dapat berjalan dengan baik selama guru memiliki kesiapan, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar. Justru, ia merasa penerapan pembelajaran mendalam sangat berpengaruh positif, baik terhadap guru maupun siswa.

Bagi siswa, pendekatan ini memberikan ruang untuk lebih aktif dalam proses belajar. Mereka tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, mengaitkan pelajaran dengan pengalaman sehari-hari, serta berlatih menemukan solusi dari berbagai permasalahan. Sedangkan bagi Diah, pengalaman ini memperkaya cara pandangnya sebagai pendidik. Ia menjadi lebih memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi tersampaikan, tetapi juga dari seberapa dalam siswa mampu memahami dan mengaplikasikannya.

Peningkatan kemampuan refleksi diri yang ia rasakan juga membuat Diah lebih peka terhadap kebutuhan siswanya. Ia lebih teliti dalam mengamati perkembangan belajar mereka, lebih sabar dalam memberikan arahan, serta lebih kreatif dalam menyiapkan strategi pembelajaran. Dengan refleksi, ia dapat menemukan kekuatan sekaligus kelemahan yang perlu diperbaiki, sehingga kualitas pembelajaran semakin meningkat.

Bagi Diah, refleksi diri adalah kunci utama yang membuat pembelajaran mendalam benar-benar terasa manfaatnya. Tanpa refleksi, guru akan mudah terjebak dalam rutinitas dan kesulitan melihat peluang untuk berkembang. Tetapi dengan refleksi, setiap tantangan bisa diubah menjadi peluang untuk belajar, berinovasi, dan memperkuat hubungan dengan siswa.

Testimoni Diah Fitriana Irawati ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada siswa, melainkan juga memberikan dampak signifikan pada guru. Dengan sikap terbuka dan kemauan untuk terus merefleksikan diri, seorang guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan penuh makna bagi peserta didiknya.

Previous Article

Merepresentasikan Pembelajaran Mendalam di SMPN 13 Padang

Next Article

Belajar Menyenangkan dengan Game Domino

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨