Menghidupkan Kelas Melalui Partisipasi Aktif dan Kolaboratif

Damar Dwi Syahputra, guru dari SMK Bina Sejahtera 1, membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan yang menekankan pentingnya partisipasi aktif dan kolaboratif dalam pembelajaran. Menurut beliau, konsep tersebut mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa dilibatkan secara langsung dalam setiap proses belajar.

Selama proses pelatihan, strategi untuk menumbuhkan partisipasi aktif dipaparkan dengan jelas. Materi disampaikan secara praktis sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh para guru. Damar menilai bahwa metode yang diterima sangat relevan untuk diterapkan di kelas, sebab siswa tidak hanya diarahkan untuk mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat dan bekerja sama dengan teman-teman mereka.

Meskipun manfaat besar dirasakan, tantangan tetap hadir. Damar menyebutkan bahwa beberapa siswa masih merasa malu untuk aktif dalam kegiatan belajar. Kondisi ini sering dijumpai, terutama pada siswa yang kurang percaya diri atau terbiasa pasif. Namun, tantangan ini tidak dipandang sebagai hambatan besar. Dengan memberikan motivasi dan menciptakan suasana yang nyaman, siswa perlahan diyakini akan mulai berani terlibat lebih aktif.

Keuntungan dari pembelajaran yang kolaboratif sangat dirasakan. Ketika siswa bekerja sama dalam kelompok, ide-ide baru muncul, pemahaman lebih mendalam diperoleh, dan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan. Guru pun tidak lagi menjadi satu-satunya pusat informasi, melainkan fasilitator yang membimbing jalannya diskusi. Dengan pendekatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.

Damar menegaskan bahwa dengan penerapan strategi partisipatif dan kolaboratif, kelas tidak lagi kaku. Proses belajar menjadi interaktif dan dinamis. Siswa didorong untuk saling menghargai pendapat, berbagi pengalaman, dan belajar dari satu sama lain. Aktivitas seperti diskusi kelompok, presentasi bersama, maupun proyek kolaboratif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa.

Pengalaman ini membuka pandangan baru bahwa pembelajaran aktif tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga membangun keterampilan yang lebih luas. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar untuk ujian, tetapi juga untuk kehidupan nyata. Partisipasi aktif dan kolaboratif menjadikan siswa lebih siap menghadapi tantangan di luar kelas.

Melalui testimoni ini, terlihat jelas bahwa apa yang diperoleh Damar Dwi Syahputra dari pelatihan dapat memberikan dampak positif. Kelas menjadi lebih hidup, interaksi lebih terarah, dan siswa semakin terdorong untuk berpartisipasi. Guru pun merasa lebih termotivasi untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa secara aktif dan kolaboratif.

Previous Article

Dari Nyanyian hingga Deep Learning: Pengalaman Berkesan di Diklat Nasional 40JP

Next Article

Menyalakan Antusiasme Belajar Siswa lewat Deep Learning: Testimoni Diklat Nasional 40JP

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨