Mengajar Ekspresi Perasaan dengan Emotikon: Strategi Deep Learning yang Menyenangkan

Pembelajaran mendalam (deep learning) memberikan warna baru dalam dunia pendidikan, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kehidupan siswa. Salah satu praktik menarik diterapkan oleh Kun Zaimah, S.Pd. SD, guru MIN 2 Way Kanan, setelah mengikuti Diklat Nasional 40JP bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.”

Bu Kun sudah mencoba menerapkan strategi ini dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi mengamati perasaan. Untuk membuat siswa lebih mudah memahami topik yang abstrak, ia menggunakan media sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak: gambar emotikon.

Emotikon sebagai Media Belajar

Emotikon atau simbol ekspresi wajah bukanlah hal asing bagi siswa zaman sekarang. Mereka sering menemukannya dalam percakapan digital, media sosial, atau permainan daring. Dengan memanfaatkan emotikon dalam pembelajaran, siswa bisa lebih cepat menghubungkan materi dengan pengalaman nyata.

Misalnya, ketika membahas bagaimana cara mengekspresikan “senang”, “sedih”, atau “takut”, guru menampilkan gambar emotikon yang sesuai. Siswa lalu diajak untuk mengamati, mendeskripsikan, dan bahkan menirukan ekspresi tersebut. Metode ini membuat pembelajaran lebih hidup, karena siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat secara visual dan emosional.

Lebih Mudah Memahami Ekspresi Perasaan

Pendekatan ini terbukti efektif. Siswa lebih mudah memahami ekspresi dari berbagai perasaan melalui gambar emotikon yang sederhana namun jelas. Mereka tidak lagi bingung membedakan ekspresi wajah, karena simbol visual membantu mereka mengenali ciri-ciri setiap emosi.

Selain itu, pembelajaran ini juga melatih kepekaan sosial siswa. Mereka belajar memahami bahwa setiap orang bisa merasakan emosi yang berbeda, dan penting untuk menghargai perasaan orang lain. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya mengasah keterampilan bahasa, tetapi juga membangun karakter empatik.

Penerapan Deep Learning di Kelas

Melalui kegiatan ini, terlihat bagaimana deep learning dapat diimplementasikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Guru berhasil membawa siswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata sehari-hari. Siswa bukan hanya menghafal definisi “perasaan”, tetapi juga merasakannya, mengamati, dan mempraktikkannya.

Penutup

Pengalaman Bu Kun menunjukkan bahwa media sederhana seperti emotikon dapat memberikan dampak besar dalam proses belajar. Inovasi kecil mampu menjadikan pembelajaran lebih bermakna, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi siswa. Inilah esensi dari strategi pembelajaran mendalam: menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirasakan.

Previous Article

Strategi SCL: Pendekatan Modern untuk Pembelajaran Mendalam di Kelas

Next Article

Menjadi Guru Percaya Diri dengan Strategi Deep Learning dan Project-Based Learning

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨