Saya, Andarias Biring, S.E., seorang guru di SMPN 2 Batu Ampar, telah mengikuti Diklat Nasional 40JP “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Saat ini, saya memang belum sempat menerapkan langsung materi diklat di kelas. Namun, pengalaman yang saya peroleh telah memberikan pemahaman baru tentang arah pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Pembelajaran yang Berpusat pada Murid
Materi yang saya pelajari menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada murid. Dalam pendekatan ini, guru bukan lagi sekadar penyampai materi, tetapi fasilitator yang membimbing siswa untuk aktif menemukan makna, menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan rasa ingin tahu mereka. Dengan demikian, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi diri.
Tantangan Pemahaman yang Beragam
Salah satu tantangan yang saya perkirakan akan muncul adalah perbedaan pemahaman konsep dasar murid. Setiap siswa memiliki latar belakang dan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga sering kali terjadi ketimpangan dalam memahami materi. Tantangan ini menuntut guru untuk lebih kreatif dan sabar dalam merancang strategi, agar setiap siswa tetap terakomodasi dalam proses pembelajaran.
Harapan dan Dampak yang Dituju
Walaupun belum saya terapkan secara langsung, saya sangat termotivasi untuk mencoba strategi ini. Saya yakin bahwa deep learning dapat menciptakan pembelajaran yang tumbuh dari diri murid itu sendiri. Dengan strategi yang tepat, siswa akan lebih bersemangat, lebih aktif, serta merasa memiliki pengalaman belajar yang benar-benar bermakna bagi kehidupan mereka.
Penutup
Secara keseluruhan, mengikuti diklat ini memberikan pemahaman baru bagi saya tentang pentingnya pembelajaran yang berpusat pada murid. Walaupun masih ada tantangan yang harus dihadapi, saya percaya bahwa dengan kesungguhan dan perencanaan yang matang, pembelajaran di SMPN 2 Batu Ampar akan lebih efektif, menyenangkan, dan benar-benar berangkat dari potensi murid itu sendiri.