Saya, Wiwin Darti, S.Pd.I, pendidik di MIS Ikhwanul Djauhariah, mengikuti Diklat Nasional 40JP “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Meski belum menerapkan secara penuh di kelas, saya merasakan pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberi arah yang jelas tentang bagaimana membuat pembelajaran lebih bermakna, terstruktur, dan kondusif untuk anak.
Hal pertama yang saya benahi adalah manajemen kelas. Saya mulai menyusun rutinitas sederhana: isyarat perhatian yang disepakati, aturan transisi antarkegiatan, serta pembagian peran siswa (pemimpin kelompok, penjaga waktu, pencatat). Saya juga menggunakan timer aktivitas agar setiap sesi tetap fokus dan tidak melebar. Alur pembelajaran saya pecah menjadi bagian-bagian singkat—pemantik singkat, eksplorasi, dan penutup reflektif—sehingga energi belajar anak tidak cepat menurun.
Langkah-langkah kecil ini membantu saya menjaga keributan anak tanpa harus terus-menerus menegur. Anak memahami kapan saatnya berbicara, bergerak, dan mendengarkan. Saat bekerja dalam kelompok, mereka mendapat panduan kalimat awal untuk menyampaikan ide, sehingga percakapan lebih terarah dan tidak berubah menjadi obrolan bebas.
Hasil awalnya mulai terasa: nampak ada perubahan pada suasana kelas. Tingkat kebisingan menurun, transisi lebih cepat, dan anak lebih mudah diarahkan untuk kembali fokus. Mereka juga mulai terbiasa saling menunggu giliran, menyimak, lalu menanggapi. Kondisi kelas yang lebih tertata ini menjadi fondasi penting sebelum saya melangkah lebih jauh ke strategi pembelajaran mendalam seperti think–pair–share, proyek mini kontekstual, dan asesmen formatif yang menilai proses sekaligus hasil.
Ke depan, saya menargetkan penguatan rutinitas refleksi singkat, penggunaan rubrik sederhana agar ekspektasi jelas, serta penugasan autentik yang dekat dengan pengalaman anak. Saya yakin, ketika kelas kondusif dan alur belajar terstruktur, penerapan deep learning akan berlangsung lebih mulus dan berdampak nyata pada kemandirian, kolaborasi, dan pemahaman konsep anak.
Terima kasih kepada penyelenggara dan narasumber diklat. Bekal yang saya peroleh menjadi pijakan kuat untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendalam di MIS Ikhwanul Djauhariah.