Dalam dunia pendidikan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa adalah tantangan yang sering dihadapi oleh para guru. Hal inilah yang dirasakan oleh Soelastini, S.Pd, seorang guru di SD Negeri Ketabang I/288 Surabaya, setelah mengikuti Diklat Nasional 40JP dengan tema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”. Pengalaman ini membawanya pada pemahaman baru tentang bagaimana mengoptimalkan metode pembelajaran agar tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam membentuk karakter siswa.
Soelastini mencatat bahwa sebelum mengikuti diklat ini, ia sering kali merasa kesulitan dalam menjaga minat siswa. Beberapa metode yang diterapkannya belum sepenuhnya mampu menjadikan proses belajar mengajar menarik. Namun, setelah mendapatkan berbagai wawasan dan strategi baru dari diklat tersebut, ia merasa terinspirasi untuk mengubah pendekatannya. “Materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif. Saya merasa mendapatkan pencerahan mengenai pentingnya mendesain pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada pengalaman yang menyenangkan bagi siswa,” ungkapnya.
Salah satu aspek yang paling mengena bagi Soelastini adalah bagaimana mengintegrasikan konsep deep learning ke dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal, tetapi juga untuk memahami dan menerapkan konsep dalam kehidupan nyata. Hal ini membuat siswa lebih aktif berpartisipasi dan merasa terlibat dalam setiap proses pembelajaran. “Setelah menerapkan strategi yang saya pelajari, saya melihat perubahan yang signifikan. Siswa jadi lebih antusias, dan suasana kelas menjadi lebih hidup. Mereka tidak merasa jenuh dan lebih tertantang untuk belajar,” tambahnya.
Selain mengedepankan aspek akademik, Soelastini juga menyadari perlunya pembentukan karakter pada siswa. Dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, nilai-nilai positif seperti kerja sama, empati, dan tanggung jawab dapat ditanamkan. “Saya percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter yang baik. Melalui metode yang saya pelajari, saya berharap siswa-siswa saya tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi,” jelasnya.
Dengan bekal ilmu yang didapat dari Diklat Nasional 40JP, Soelastini kini lebih percaya diri dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya menantang tetapi juga menyenangkan. Ia berharap dapat terus mengembangkan keterampilan ini dan berkontribusi lebih banyak lagi dalam dunia pendidikan, demi menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter.