Dalam gelaran Diklat Nasional 40JP yang bertema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”, Irmatus Anna Hartoyo, S.Pd., seorang guru di SD Negeri Kertowono 01, mendapatkan kesempatan berharga untuk memperdalam pengetahuannya tentang cara merancang pembelajaran yang mampu menarik minat siswa. Meskipun ia mengaku belum sempat menerapkan semua strategi yang dipelajari, pengalaman di diklat tersebut memberikan wawasan baru yang sangat berharga.
Irmatus menyadari bahwa pembelajaran yang menyenangkan tidak selalu harus bergantung pada teknologi informasi. Dalam konteks sekolah yang memiliki cukup banyak siswa yang terpapar pada penggunaan perangkat seluler, ia melihat adanya tantangan tersendiri. Lingkungan yang kental dengan ketergantungan pada HP membuatnya berpikir ulang tentang metode pembelajaran yang selama ini diterapkan. Ia percaya bahwa pendidikan seharusnya dapat dilakukan dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan tanpa harus mengandalkan perangkat digital.
Salah satu hal yang sangat menarik perhatian Irmatus selama diklat adalah konsep icebreaking. Ia belajar bahwa kegiatan ini bukanlah semata-mata menggunakan teknologi, melainkan bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana yang mampu membangun kedekatan antara guru dan siswa. Misalnya, permainan tradisional atau diskusi kelompok yang melibatkan semua siswa dapat menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan menyenangkan. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat kondisi siswa yang terkadang kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
Irmatus pun terinspirasi untuk mencoba menerapkan beberapa strategi yang diajarkan dalam diklat. Ia berencana merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan emosional siswa. Dengan cara ini, ia berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi semua siswa, bahkan bagi mereka yang mungkin kurang beradaptasi dengan teknologi.
Meskipun Irmatus belum sempat mencoba semua teknik yang dipelajari, ia merasa optimis bahwa pendekatan yang berbasis deep learning dan pembelajaran menyenangkan dapat mengubah dinamika kelas di SD Negeri Kertowono 01. Ia sangat menantikan untuk menerapkan ide-ide baru ini dalam kegiatan belajar mengajar ke depannya, guna memberikan pengalaman belajar yang lebih bermanfaat dan menyenangkan bagi murid-muridnya.