Mumu Munawar, S.Ag., guru di SMP Negeri 1 Banjarsari, membagikan pengalamannya mengikuti Diklat Nasional 40JP bertajuk “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning”. Ia menekankan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dengan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran.
Menurut Mumu, salah satu fokus utama yang ingin diterapkan adalah penggunaan media sosial sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini memungkinkan guru untuk menghadirkan materi yang lebih interaktif, menarik, dan relevan dengan kehidupan siswa. Dengan strategi berbasis deep learning, guru dapat merancang kegiatan yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan terlibat aktif dalam proses belajar.
Guru ini menyadari adanya keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah, yang menjadi tantangan dalam menerapkan strategi baru. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk mencoba berbagai metode yang diperoleh selama diklat. “Saya selalu penasaran dan ingin mencoba semua materi yang saya dapatkan, agar pembelajaran lebih menarik dan efektif,” ujarnya.
Mumu menilai bahwa diklat memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas. Dengan pemahaman tentang deep learning, guru dapat menyesuaikan metode pengajaran sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Strategi ini juga memungkinkan guru untuk menggabungkan teknologi dan media sosial dengan cara yang aman dan produktif.
Selain itu, pengalaman mengikuti diklat mendorong guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang kegiatan belajar. Guru dapat memaksimalkan potensi siswa, meningkatkan partisipasi aktif, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan menyenangkan.
Kesimpulannya, pengalaman Mumu Munawar menunjukkan bahwa Diklat Nasional 40JP membekali guru dengan strategi praktis untuk meningkatkan kualitas pengajaran, memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran, dan menciptakan kelas yang menyenangkan serta interaktif. Dengan penerapan deep learning secara konsisten, guru dapat membimbing siswa secara lebih efektif, meningkatkan keterlibatan mereka, dan membangun pengalaman belajar yang produktif dan bermakna bagi seluruh peserta didik.