Di sebuah sekolah dasar di pinggiran kota, terdapat seorang guru bernama Ibu Siti yang sangat berdedikasi terhadap pengajaran. Salah satu materi yang diajarkan adalah tentang Nabi Adam, sebagai tokoh penting dalam sejarah agama Islam. Ibu Siti selalu berusaha menyampaikan materi tersebut dengan cara yang menarik agar anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga merasakan kedekatan dengan cerita yang disampaikan.
Salah satu metode yang digunakan Ibu Siti adalah dengan alat peraga. Ia mempersiapkan berbagai alat peraga sederhana, seperti visualisasi pohon Adam, model tanah yang digunakan untuk menciptakan Nabi Adam, serta gambar-gambar yang menggambarkan surga. Hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih mudah membayangkan dan memahami kisah Nabi Adam secara mendalam.
Salah satu siswa, Ahmad, mengungkapkan pengalamannya belajar materi ini. “Saya merasa senang sekali ketika belajar tentang Nabi Adam. Ibu Siti menggunakan gambar dan alat peraga yang membuat saya bisa membayangkan bagaimana awal mula penciptaan manusia. Saya jadi lebih paham bahwa Nabi Adam adalah pencipta pertama yang sangat istimewa,” ujarnya dengan ceria. Ahmad merasa bahwa alat peraga yang digunakan membuat pelajaran menjadi hidup dan tidak membosankan.
Bukan hanya Ahmad, teman-temannya juga menyampaikan pendapat yang serupa. Siti, salah satu teman sekelas Ahmad, menambahkan, “Saya suka ketika Ibu Siti membawa model tanah. Saya bisa melihat dan menyentuhnya. Rasanya seperti saya tahu bagaimana Nabi Adam diciptakan. Kami juga belajar tentang bagaimana sifat-sifat Nabi Adam dan bagaimana beliau menjadi sosok yang pertama dalam sejarah umat manusia.”
Ibu Siti merasa bangga mendengar testimoni positif dari murid-muridnya. Ia percaya bahwa menggunakan alat peraga dalam pengajaran adalah cara yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. “Saya ingin anak-anak tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan dan memahami pentingnya kisah-kisah dalam agama mereka,” katanya.
Dengan metode yang kreatif ini, Ibu Siti tidak hanya berhasil mengajarkan tentang Nabi Adam, tetapi juga menginspirasi rasa ingin tahu dan cinta terhadap ilmu pengetahuan dalam diri murid-muridnya. Pengalaman belajar yang menyenangkan ini membuat Ahmad dan teman-temannya semakin semangat untuk menggali lebih dalam tentang agama dan sejarahnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana pengajaran yang interaktif dapat membekas dalam ingatan anak-anak, dan membentuk karakter mereka di masa depan.