Mengoptimalkan Pembelajaran di Kelas: Testimoni Pengalaman Diklat Nasional 40JP tentang Deep Learning dan Manajemen Waktu

Testimoni Diklat Nasional 40JP: Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning

Saya, SARIMAN, S.Pd.I, seorang pendidik di SMPN 1 BUAY BAHUGA, memiliki kesempatan untuk mengikuti Diklat Nasional 40JP yang mengusung tema “Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning.” Pelatihan ini memberikan banyak wawasan dan inspirasi tentang bagaimana merancang pembelajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga menarik bagi siswa.

Salah satu hal yang sangat berguna dari diklat ini adalah materi tentang manajemen waktu. Dalam mata kuliah Pengembangan Diri, saya mulai menerapkan strategi manajemen waktu yang saya pelajari. Saya membuat jadwal belajar mingguan dan memprioritaskan tugas-tugas penting lebih awal. Hasilnya luar biasa! Saya merasa lebih terorganisir dan tidak lagi terburu-buru menyelesaikan tugas-tugas mendekati tenggat waktu. Kesadaran ini membuat saya lebih fokus dan efisien dalam mengelola waktu di kelas.

Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Salah satu tantangan yang saya hadapi adalah menyesuaikan materi pelatihan dengan kondisi riil di kelas. Setiap siswa memiliki tingkat pemahaman dan minat yang berbeda, sehingga pendekatan yang uniform tidak selalu efektif. Saya menemukan bahwa butuh strategi berbeda dari yang dicontohkan selama diklat. Selain itu, waktu pelaksanaan di kelas kadang terbatas, sehingga sulit untuk menerapkan semua strategi secara menyeluruh.

Ketika berkaitan dengan teknologi dan digital, tantangan utama yang saya hadapi adalah keterbatasan fasilitas TIK di sekolah. Tidak semua siswa memiliki akses yang memadai terhadap perangkat. Selain itu, menyusun asesmen diagnostik secara rutin dan menyesuaikan materi untuk memenuhi kebutuhan siswa merupakan tugas yang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, terutama ketika jumlah siswa dalam satu kelas cukup banyak.

Namun, pengalaman dari diklat mendorong saya untuk lebih reflektif dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran. Saya mulai menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, yang memungkinkan saya untuk mempertimbangkan keberagaman kebutuhan siswa. Saya juga menerapkan kebiasaan baru, yaitu melakukan refleksi bersama siswa di akhir pembelajaran untuk mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Dampaknya sangat positif. Hubungan saya dengan siswa menjadi lebih baik karena mereka merasa didengarkan dan dihargai. Saya percaya bahwa dengan terus mengembangkan diri dan menerapkan metode yang lebih mendalam dan menyenangkan, saya dapat membantu siswa untuk belajar dengan lebih efektif dan menikmati proses belajar mereka. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi rekan-rekan pendidik lainnya untuk terus berinovasi dalam pembelajaran!

Previous Article

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Testimoni Taufik Hidayat tentang Diklat Nasional 40JP "Strategi Efektif Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Deep Learning"

Next Article

Membawa Pembelajaran ke Level Berikutnya: Transformasi Melalui Diklat Nasional 40JP

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Artikel Kami

Pure inspiration, zero spam ✨