Ana Nenti Rogita Benu, S.Pd, seorang guru di SD Inpres Enobesa, mulai menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dengan fokus pada pengembangan keterampilan bernalar kritis dan kreativitas siswa. Dalam pembelajaran, Ana tidak hanya menekankan kegiatan menyenangkan seperti bernyanyi atau membuat yel-yel, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir, menganalisis, dan mengingat materi lebih lama.
Dalam praktiknya, Ana mencoba berbagai strategi agar siswa aktif berpartisipasi dalam proses belajar. Ia mengajak siswa untuk menggali informasi, menyusun pertanyaan, dan menyelesaikan masalah melalui diskusi kelompok maupun proyek sederhana. Strategi ini membantu siswa belajar secara aktif, memahami konteks materi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, tantangan muncul karena tidak semua siswa terbiasa dengan pembelajaran aktif. Beberapa siswa cenderung pasif dan enggan berbicara di kelas. Untuk itu, Ana menerapkan pendekatan bertahap, membiasakan siswa bercerita, memberikan tanggapan, dan melakukan refleksi agar mereka terbiasa berpartisipasi. Pendekatan ini menuntut kesabaran, kreativitas, dan konsistensi dari guru untuk membentuk lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.
Dampak penerapan metode ini terlihat signifikan. Siswa mulai menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pelajaran, lebih berani menyampaikan pendapat, dan mampu menghubungkan materi dengan pengalaman mereka sendiri. Selain itu, siswa juga lebih mampu memecahkan masalah dan berpikir logis, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Bagi Ana, pengalaman ini menegaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar metode mengajar, melainkan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai pusat proses belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang memandu, memberikan tantangan yang sesuai, dan mendukung pengembangan potensi setiap siswa. Dengan strategi ini, Ana mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan, di mana siswa merasa termotivasi untuk belajar dan berinovasi.
Melalui penerapan pembelajaran mendalam, Ana Nenti Rogita Benu merasa lebih percaya diri dalam merancang kegiatan belajar yang efektif dan bermakna. Ia juga semakin memahami pentingnya menyesuaikan metode dengan karakteristik siswa dan kondisi kelas. Dengan pendekatan ini, Ana berhasil menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan beradaptasi yang akan berguna sepanjang hidup mereka.